
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) selama lebih dari dua jam, Selasa (25/8) malam hingga Rabu (26/8) dini hari, membuat kabut asap yang sebelumnya menyelimuti sejumlah wilayah mulai berkurang.
Pantauan Riaupos.co, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, kondisi kabut asap terutama di kawasan ibu kota Kabupaten Rohul Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah, terlihat jauh lebih tipis dibandingkan sehari sebelumnya.
Meski demikian, kabut asap masih tampak dari kejauhan. Kondisi cuaca juga masih terasa panas dan gerah meski matahari tidak terlihat jelas. Bau asap dari lahan yang sebelumnya terbakar juga masih tercium di sejumlah lokasi.
Baca Juga: Dosen THP FPK dan Mahasiswa Unri Gelar Pengabdian Masyarakat di Kepulauan Meranti
Agus, salah seorang warga Kampung Padang, Desa Rambah Tengah Utara (RTU), Kecamatan Rambah, mengaku kondisi udara setelah hujan terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya pada pagi ini.
“Setelah hujan tadi malam, asap memang terlihat berkurang. Kalau sebelumnya cukup terasa dan membuat udara berbau asap, pagi ini sudah lebih ringan. Tapi bau bekas terbakar masih ada,” ujar Agus, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, hujan yang turun cukup deras sejak malam hingga dini hari memberikan perubahan terhadap kondisi udara. Namun, warga masih tetap waspada karena dari kejauhan kabut asap masih terlihat.
“Kami berharap hujan kembali turun, sehingga asap benar-benar hilang dan kondisi udara kembali normal. Sekarang masih terasa panas dan gerah,” ujar Agus meminta Pemkab Rohul untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat mencegah penyakit Ispa.
Baca Juga: Wako Agung Bersama Masyarakat Salat Istisqa Serentak, Mohon Hujan dan Keselamatan Petugas Karhutla
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul dr Bambang Triono mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meski kondisi kabut asap mulai berkurang setelah hujan. Menurutnya, perubahan kondisi udara perlu terus dipantau karena kualitas udara dapat berubah dengan cepat, terutama apabila masih terdapat sumber kebakaran di sejumlah wilayah.
“Walaupun setelah hujan kondisi asap terlihat berkurang, masyarakat tetap harus waspada. Kalau udara kembali berasap atau berbau, sebaiknya kurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia dan kelompok rentan,” imbau Bambang.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker, terutama jika kondisi udara kembali dipenuhi asap atau debu. ''Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata atau gangguan kesehatan lainnya yang diduga berkaitan dengan paparan asap, segera mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Baca Juga: YBM PLN UIP Sumbagteng Salurkan Bantuan Peralatan Mengaji dan Kafalah Guru TPA Al Ghazali di Kampar
Bambang menambahkan, Dinas Kesehatan Rohul bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi udara dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Pasalnya, Pemerintah daerah sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Rohul Nomor 19 Tahun 2026 tentang Antisipasi Dampak Penurunan Kualitas Udara dan Pembatasan Aktivitas di Luar Ruangan sebagai langkah perlindungan masyarakat di tengah kondisi kabut asap.(epp)
Editor : Edwar Yaman