Api Padam, Setengah Hektare Lahan Gambut Jalan Sontang-Duri Masih Didinginkan

Rinaldi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 22:39 WIB
Lahan gambut dan semak belukar yang terbakar di tepi Jalan Sontang-Duri, berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih melakukan pendinginan karena asap masih terlihat, Selasa (1/9/2026). Foto Warga Sontang untuk Riaupos.co.
Lahan gambut dan semak belukar yang terbakar di tepi Jalan Sontang-Duri, berhasil dipadamkan. Tim gabungan masih melakukan pendinginan karena asap masih terlihat, Selasa (1/9/2026). Foto Warga Sontang untuk Riaupos.co.

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Kobaran api yang membakar lahan gambut di tepi Jalan Provinsi Sontang-Duri, Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Rokan Hulu (Rohul), akhirnya berhasil dipadamkan, Selasa (1/9) petang. 

Namun, tim gabungan belum meninggalkan lokasi karena masih melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari semak belukar yang berada di lahan gambut. Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 15.30 WIB. Api kemudian berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB setelah tim gabungan turun melakukan pemadaman.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohul H Zulhendri SSos MIP mengatakan, luas lahan yang terbakar berdasarkan data sementara diperkirakan mencapai setengah hektare. "Alhamdulilah, api sudah padam. Saat ini tim gabungan masih melakukan proses pendinginan. Karena lahannya gambut dan kondisinya kering, harus dipastikan benar-benar aman agar tidak muncul api kembali," kata H Zulhendri saat dikonfirmasi Riaupos.co, Selasa (1/9/2026) malam, terkait proses pemadaman lahan terbakar di tepi ruas jalan Sontang-Duri tepatnya di Desa Sontang.

Baca Juga: Percepatan Infrastruktur, BPJN Riau dan PUPR Rohil Tinjau Lapangan

Menurutnya, penanganan tidak berhenti setelah api terlihat padam. Petugas masih menyisir kawasan yang terbakar sekaligus melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang dinilai berpotensi menyimpan bara.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lahan yang terbakar merupakan gambut kering. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memicu kebakaran apabila kondisi lahan kembali panas dan kering.

Zulhendri mengatakan, pemadaman kebakaran lahan tersebut melibatkan Tim gabungan, berasal dari personel TNI, Polri, pemerintah Kecamatan Bonai Darussalam, Pemerintah Desa Sontang serta relawan Satria Krisnayang  berasal dari empat perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bonai Darussalam.

Baca Juga: Kapolres Siak: Lahan Terbakar Dipasang Plang Dilarang Tanam Sawit

Disinggung penyebab terbakarnya lahan gambut tepi jalan provinsi Sontang-Duri, Zulhendri mengatakan, dugaan sementara kebakaran dipicu kelalaian masyarakat. Salah satu informasi yang diterima BPBD menyebutkan api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan.

"Data sementara, dugaan awal karena kelalaian masyarakat, membuang puntung rokok sembarangan. Awalnya kecil, kemudian api membesar," jelasnya.

Ia menyebutkan, kondisi lahan yang kering membuat api mudah membesar. Karena itu, setelah api berhasil dikendalikan, tim gabungan langsung melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik yang masih mengeluarkan asap maupun bara.

Baca Juga: Kualitas Udara di Pelalawan Bertahan Dilevel Tidak Sehat

"Tim gabungan tetap melakukan pemantauan dan pendinginan sampai benar-benar dipastikan tidak ada lagi api maupun bara yang berpotensi menyala kembali," tegas Zulhendri.

Paska kebakaran, Zulhendri mengaku, pemantauan di kawasan yang memiliki potensi kebakaran ditingkatkan, terutama lahan gambut dan semak belukar yang kondisinya kering di Desa Sontang

"Hingga Selasa malam, kebakaran di tepi Jalan Provinsi Sontang-Duri tersebut telah berhasil dikendalikan. Proses pendinginan dan penyisiran masih dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan kawasan lahan gambut di Desa Sontang benar-benar aman," tutupnya.

Editor : Rinaldi
Jalan Sontang Duri api padam pendinginan karhutla