PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Ancaman banjir tahunan disejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), terus ditekan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohul kini mengebut normalisasi Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian dengan mengeruk endapan pasir sekaligus memperlebar alur sungai.
Pekerjaan normalisasi yang memasuki tahun kedua tersebut ditargetkan rampung pada pekan ini. Selain mengembalikan kapasitas alur sungai, pengerukan dilakukan untuk memperlancar arus air dan mengurangi tekanan terhadap turap di sepanjang bantaran Sungai Batang Lubuh.
Baca Juga: Kericuhan Pengelolaan Lahan Koto Garo, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Saling Lapor Polisi
Kadis PUPR Rohul H Zulfikri ST mengatakan, sedimentasi berupa pasir yang terus menumpuk membuat dasar sungai mengalami pendangkalan. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dan meningkatkan risiko luapan ketika debit air sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian meningkat.
"Normalisasi ini salah satu upaya pemerintah daerah mengurangi risiko banjir sekaligus merawat dan mencegah kerusakan turap di sepanjang aliran Sungai Batang Lubuh. Insya Allah kegiatan swakelola ini tuntas pekan ini," kata H Zulfikri ST menjawab Riaupos.co, Rabu (2/9/2026) di ruang kerjanya.
Menurutnya, kegiatan tersebut dibiayai melalui APBD Rohul Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilakukan secara swakelola dengan menggunakan alat berat ekskavator untuk mengeruk sedimentasi, memperlebar alur sekaligus menata bantaran sungai.
Baca Juga: Energi dan Digital Makin Terhubung, IEE Series 2026 Satukan Tiga Sektor Strategis
Zulfikri menjelaskan, normalisasi menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi Sungai Batang Lubuh, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan debit air saat musim hujan.
''Sedimentasi atau pasir yang menumpuk tidak hanya mempersempit alur sungai, tetapi membuat dasar sungai semakin dangkal. Kondisi ini dapat menghambat kelancaran aliran air dan meningkatkan potensi luapan ketika debit Sungai Batang Lubuh meningkat," jelasnya.
Selain mengantisipasi banjir, lanjutnya kegiatan normalisasi ditujukan untuk menjaga konstruksi turap di sepanjang aliran sungai. Aliran air yang lebih lancar diharapkan dapat mengurangi tekanan arus terhadap turap sehingga infrastruktur pengaman sungai tersebut dapat bertahan lebih lama.
Baca Juga: APBD Pelalawan 2027 Diproyeksikan Rp1,3 Triliun, Turun dari Rp1,6 Triliun
"Selain memperlancar aliran air, normalisasi dapat mengurangi tekanan terhadap turap sehingga usia konstruksi pengaman sungai menjadi lebih panjang serta meningkatkan keamanan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian," katanya.
Zulfikri menyebutkan, persoalan sedimentasi tidak dapat diselesaikan hanya dengan satu kali pengerukan. Ketika debit air surut, endapan pasir dapat kembali menumpuk dan menyebabkan dasar sungai kembali dangkal.
Karena itu, pemeliharaan sungai besar di Kabupaten Rohul harus dilakukan secara berkala. Sebab, normalisasi lanjutan diperlukan agar kapasitas alur Sungai Batang Lubuh tetap terjaga dan mampu mengalirkan debit air dengan optimal.
Baca Juga: Harga Dexlite Naik, Antrean Kendaraan Jalur Biosolar Mengular di Sejumlah SPBU di Pelalawan
"Normalisasi lanjutan perlu dilakukan agar fungsi sungai tetap optimal dan aliran Sungai Batang Lubuh tetap lancar. Alhamdulillah sejak tahun 2025 sampai saat ini Kecamatan Rambah, terutama Kelurahan Pasirpengaraian, Desa Babussalam, Desa Pematang Berangan dan Desa Rambah Tengah Utara, terhindar dari langganan banjir tahunan," katanya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu perkembangan positif dari upaya pengendalian banjir yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Rohul dibawah kepemimpinan Bupati Anton dan Wabup H Syafaruddin Poti . Namun, normalisasi tetap perlu dilanjutkan mengingat sedimentasi merupakan persoalan yang berulang.
Ke depan, kata Zulfikri, normalisasi sungai-sungai besar di Rohul, termasuk Sungai Batang Lubuh dan Sungai Rokan, akan dilakukan secara berkala setiap tahun. Langkah tersebut tidak hanya untuk mengendalikan banjir, tetapi juga menjaga infrastruktur sungai sekaligus mendukung penataan kawasan perkotaan.
Baca Juga: Naik Lagi, Hari Ini 64 Hotspot Terdeteksi di Provinsi Riau
"Melalui kegiatan normalisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, pemerintah daerah berharap kapasitas alur sungai-sungai besar di Rohul tetap terjaga, risiko banjir dapat ditekan dan masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Batang Lubuh semakin aman saat intensitas curah hujan tinggi di Kecamatan Rambah dan sekitarnya," tutup Zulfikri. (epp)
Editor : M. Erizal