PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) menegaskan pembangunan Istana Raja Rambah harus berpijak pada sejarah, adat dan budaya. Istana yang dibangun nantinya tidak sekadar megah, tetapi mampu merepresentasikan identitas dan marwah Kerajaan Rambah.
Hal itu disampaikan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul Drs H Yusmar MSi saat membuka Ekspose Kajian Awal/Penelitian Pembangunan Istana Raja Rambah, Kamis (3/9), di Kompleks Makam Raja-Raja Rambah.
Kajian tersebut menjadi langkah awal menggali sejarah, nilai adat dan budaya serta karakter arsitektur yang menjadi dasar pembangunan istana.
Baca Juga: Antrean Solar di SPBU Rohul, Warga Duga Ada Pelangsir hingga Minta Polisi Turun Tangan
Yusmar mengatakan, Kerajaan Rambah merupakan bagian penting dari perjalanan sejarah Rohul. Kerajaan tersebut tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga melekat dengan identitas, adat dan marwah masyarakat Rambah yang nilainya masih hidup hingga kini. ‘’Yang lama kita kenang, yang baik kita pegang, yang pusako kita jaga,’’ ungkap Yusmar.
Menurutnya, pembangunan Istana Raja Rambah memiliki makna lebih besar daripada sekadar mendirikan bangunan. Istana merupakan bagian dari pusako sejarah sekaligus simbol marwah yang akan diwariskan kepada anak kemenakan dan generasi mendatang.
Karena itu, Yusmar menekankan pentingnya kajian komprehensif sebelum pembangunan dimulai. Sejarah Kerajaan Rambah harus ditelusuri, termasuk nilai adat dan budaya, karakter arsitektur, bentuk serta ornamen yang memiliki dasar historis dan kultural.
Baca Juga: PHR Resmi Luncurkan Program Magang Batch 9
‘’Kita ingin Istana Raja Rambah nantinya bukan hanya megah dipandang mata, tetapi kuat maknanya dan benar pijakannya. Jangan sampai kita membangun istana yang indah rupanya, tetapi hilang rohnya,’’ tegasnya.
Mantan Kepala Bapperida Rohul itu menjelaskan, hasil kajian diharapkan menjadi dasar merancang istana yang mampu mengikuti kebutuhan zaman tanpa menghilangkan jati diri dan nilai luhur yang diwariskan para pendahulu.
Setiap keputusan pembangunan, lanjut Yusmar, harus memiliki dasar yang kuat, ditelusuri sumbernya dan disepakati bersama. Dengan demikian, bentuk dan karakter istana tidak terlepas dari sejarah serta adat Kerajaan Rambah.
Baca Juga: Banjir Tahunan Mulai Teratasi, Endapan Pasir di Sungai Batang Lubuh Pasirpengaraian Dikeruk
‘’Setiap keputusan harus melalui proses yang kuat, ditelusuri sumbernya dan disepakati bersama. Karena itu, kajian dan penelitian ini memiliki arti yang sangat penting,’’ ujarnya.(epp)
Editor : Arif Oktafian