PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Kabut asap kembali mengintai Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Sedikitnya 11 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah kecamatan, Sabtu (5/9/2026). Sementara kondisi udara di wilayah Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah mulai tidak sehat pada Ahad (6/9/2026) pagi hingga siang.
Pantauan Riaupos.co di lapangan, kabut asap terlihat dari kejauhan. Kondisi tersebut membuat udara terasa panas dan gerah. Bahkan, aroma asap mulai terasa di Kecamatan Rambah dan Rambah Samo dan membuat udara menjadi kurang nyaman untuk bernapas.
Berdasarkan informasi Prakiraan Cuaca dan Hotspot Provinsi Riau yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pemantauan hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 23.00 WIB mencatat 11 titik panas di Kabupaten Rohul.
Baca Juga: Video Durasi 21 Detik Guru dan Kepsek SD di Pekalongan, Disdikbud Ungkap Pemeran Sudah Berkeluarga
Dari data tersebut, sebaran hotspot terdeteksi sebanyak 2 (dua) titik di Kecamatan Rambah Samo, 7 titik di Kecamatan Rokan IV Koto serta masing-masing 1 (satu) titik di Kecamatan Kepenuhan dan Kecamatan Rambah. Sementara pada pemantauan Sabtu pukul 16.00 WIB, tercatat lima titik panas di wilayah Rohul.
Munculnya hotspot tersebut beriringan dengan kondisi cuaca panas yang terjadi di wilayah Rohul. Pantauan di lapangan menunjukkan langit di kawasan Pasirpengaraian tampak berkabut, terutama pada pagi hingga siang hari.
Jarak pandang dari kejauhan terlihat sangat terbatas. Sejumlah objek yang berada cukup jauh tampak samar akibat lapisan kabut asap yang menyelimuti udara. Kondisi ini mulai menjadi perhatian masyarakat.
Baca Juga: Usai Hentikan Alex Eala di US Open, Petenis Remaja AS Iva Jovic Hadapi Coco Gauff di Babak Keempat
Pasalnya, kabut asap tidak hanya mengganggu jarak pandang bagi pengendara kendaraan bermotor, namun juga membuat udara terasa lebih pengap dan kurang nyaman bagi warga yang beraktivitas di luar rumah.
Salah seorang warga Pasirpengaraian Sunardi mengaku mulai merasakan perubahan kondisi udara yang dihirup, Ahad (6/9/2026) tersebut.
"Asap mulai terasa, udara panas dan gerah bercampur bau asap. Kalau keluar rumah cukup lama, terasa kurang nyaman untuk bernapas. Kami berharap kondisi ini segera membaik dan tidak semakin tebal," ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, lanjutnya, aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa. Sejumlah warga, termasuk anak-anak terlihat tetap bermain maupun beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan masker.
Pengendara sepeda motor dan pejalan kaki juga masih banyak yang tidak mengenakan masker ketika melintas di ruas Jalan Diponegoro, Tuanku Tambusai dan jalan Lingkar Pasirpengaraian.
''Kami minta pemerintah kabupaten Rohul untuk dapat mengatasi kabut asap dengan upaya melakukan pemadaman titik api yang terjadi serta memberikan secara gratis masker kepada masyarakat dan anak sekolah, antisipasi melonjaknya kasus Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Rohul.
Sementara itu, warga Desa Pematang Berangan Mardiana berharap bencana karhutla ini dapat diatasi oleh Pemkab Rohul.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Berlanjut, 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik
"Kalau asap semakin tebal tentu mengganggu aktivitas. Sebaiknya warga yang keluar rumah menggunakan masker, terutama anak-anak kurangi aktivitas di luar. Mudah-mudahan hotspot yang ada segera ditangani agar asap tidak semakin parah," katanya.
Diakuinya, pentingnya kewaspadaan dini terhadap potensi karhutla yang terjadi. Jangan anggap remeh kabut asap yang kembali muncul dan tidak sehat berpotensi masyarakat terserang penyakit Ispa.
Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian masyarakat, Sebab, tahun sebelumnya Rohul sempat menghadapi persoalan Karhutla dan kabut asap tebal.
''Kita berharap tahun ini kasus karhutla di Rohul menurun,'' sebutnya
Dalam pada itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Rohul H Zulhendri SSos MIP memastikan kondisi titik panas (hotspot) yang terdeteksi berdasarkan data BMKG tengah ditindaklanjuti. Informasi tersebut telah diteruskan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla di tingkat kecamatan untuk dilakukan verifikasi dan validasi (Verval) lapangan.
Hal itu disampaikan Zulhendri saat dikonfirmasi Riaupos.co, Ahad (6/9/2026), menyikapi kondisi udara di Rohul yang kembali diselimuti kabut asap serta adanya informasi 11 titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah.
Zulhendri menjelaskan, berdasarkan pemantauan BPBD melalui aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning, pada Ahad (6/9/2026) pagi tidak ditemukan titik panas di wilayah Rohul.
"Untuk pagi ini di wilayah Rokan Hulu tidak ada titik hotspot. Sumber data dari aplikasi SiPongi dan Lancang Kuning. Untuk keterangan titik hotspot yang sebelumnya terverifikasi titik api, statusnya sudah ditangani," jelasnya.
Meski demikian, lanjutnya, BPBD tetap menindaklanjuti informasi mengenai 11 hotspot yang terdeteksi berdasarkan data BMKG. Informasi tersebut telah diteruskan kepada Tim Satgas di tingkat kecamatan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Baca Juga: SMA Kalam Kudus Selatpanjang Borong Tiga Gelar di Riau Pos HSBL 2026 Selatpanjang Series
"Informasi 11 hotspot tersebut sekarang masih dalam proses. Akan kita teruskan ke Tim Satgas kecamatan agar dilakukan verifikasi dan validasi (verval)," ujar mantan Kadiskop UKM Nakertrans Rohul.
Ia menegaskan, proses verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan apakah titik panas yang terdeteksi merupakan titik api atau anomali panas lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya deteksi dini dan pencegahan agar potensi Karhutla dapat segera ditangani apabila ditemukan titik api di lapangan.(epp)
Editor : Edwar Yaman