PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Produktivitas padi sawah di kawasan Desa Rambah Baru, Kecamatan Rambah Samo, menunjukkan potensi besar untuk dikembangkan. Hasil uji binaan pada panen bersama Bupati Rokan Hulu (Rohul) Anton ST MM, Senin (7/9), mencatat produktivitas mencapai 8,9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
Capaian tersebut melampaui rata-rata produktivitas padi sawah Rohul pada 2025 yang berada di angka 6,92 ton per hektare. Tingginya hasil panen itu menjadi salah satu indikator masih besarnya peluang peningkatan produksi pangan melalui optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian.
Panen bersama yang dilaksanakan di lahan petani Desa Pasir Baru, Kecamatan Rambah Samo, berada dalam kawasan pertanian Rambah Baru. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur forkopimda, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Riau, BPN Rohul, Bulog, penyuluh, kelompok tani serta petani.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Tebal, Sekolah di Rohul Kembali Diliburkan, Siswa Wajib PJJ dari Rumah 2 Hari
Bupati Rohul Anton ST MM mengatakan, capaian produksi tersebut menunjukkan kerja keras petani memberikan hasil sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. “Panen hari ini (Senin, red), merupakan bukti, bahwa kerja keras akan melahirkan hasil. Dari tangan para petani, kita tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi dapat menjaga kemandirian pangan daerah,” kata Anton.
Menurutnya, pertanian harus ditempatkan sebagai salah satu kekuatan ekonomi sekaligus fondasi ketahanan pangan Rohul. Dengan potensi lahan yang dimiliki, Rohul memiliki peluang menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Provinsi Riau.
Baca Juga: Panen Gabah Kering di Rohul Tembus 8,9 Ton per Hektare, Rambah Baru Disiapkan Jadi Sentra Pangan
Saat ini, Rohul memiliki luas baku lahan sawah sekitar 1.432 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1.100 hektare masih dapat ditanami dan tersebar di delapan kecamatan. Khusus Kecamatan Rambah Samo, areal persawahan mencapai 467,75 hektare.
Sementara di Desa Rambah Baru terdapat sekitar 129 hektare lahan yang masih berpotensi dikembangkan untuk mendukung peningkatan produksi pangan daerah. Anton menyebutkan, sepanjang 2025 luas panen padi Rohul selama tiga musim tanam mencapai 3.520,4 hektare. Luasan tersebut terdiri dari 1.752,4 hektare padi sawah dan 1.768 hektare padi kering atau gogo.
Baca Juga: Banyak Truk Terjebak Lumpur di Jalan Sontang-Duri
Dari luas panen tersebut, produksi padi Rohul mencapai 18.390,62 ton GKP dengan rata-rata produktivitas 5,22 ton per hektare. Produktivitas padi sawah tercatat 6,92 ton per hektare, sedangkan padi gogo 3,55 ton per hektare.
Untuk 2026, Pemkab Rohul menargetkan rata-rata produktivitas padi sawah dan padi gogo meningkat menjadi 5,5 ton per hektare. Target tersebut didorong melalui peningkatan indeks pertanaman, penggunaan benih unggul, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit serta penerapan teknologi pertanian modern.
“Capaian 8,9 ton per hektare di areal yang akan kita panen hari ini sudah di atas rata-rata produktivitas padi sawah tahun sebelumnya yang hanya 6,92 ton per hektare,” jelas Anton.
Baca Juga: Desainer Bengkalis Juara I, Tiga Karya Terbaik Sayembara Logo HUT ke-27 Rohul Diumumkan
Untuk mendukung peningkatan produksi, pemerintah daerah menyalurkan bantuan benih padi sawah untuk areal seluas 400 hektare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 hektare dialokasikan bagi petani di Kecamatan Rambah Samo.
Anton menegaskan, pengembangan pertanian tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi antara petani, penyuluh, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar potensi pertanian dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Kita harus bekerja bersama. Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan, tetapi keberhasilan pertanian membutuhkan kerja bersama seluruh pihak,” ujarnya.
Baca Juga: Karhutla 4 Hektare di Rohul, Polisi Tetapkan Satu Tersangka
Di sisi lain, Pemkab Rohul mulai menyiapkan pengembangan kawasan pertanian Rambah Baru agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan edukasi yang lebih luas.
Anton meminta perangkat daerah terkait menyatukan langkah untuk menggali dan mengembangkan seluruh potensi yang ada di Desa Rambah Baru. Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi juga berkembang sebagai ikon agrowisata dan edukasi pertanian di Rohul.
Pengembangan itu nantinya diarahkan dengan mengintegrasikan sejumlah sektor, mulai dari tanaman pangan, peternakan, perkebunan dan pariwisata hingga pembangunan infrastruktur pendukung.
Baca Juga: Diduga Terdampak Antrean Solar, Semen Langka Hampir Sebulan di Rohul, Omzet Toko Bangunan Anjlok
“Kita ingin Rambah Baru tidak hanya menjadi sentra pertanian, tetapi berkembang sebagai ikon agrowisata dan edukasi pertanian yang mengintegrasikan sektor pangan, peternakan, perkebunan, pariwisata dan infrastruktur,” kata mantan Kadis PUPR Rohul itu.(lim)
Editor : Arif Oktafian