PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Sebuah video pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 015 Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), ramai beredar di media sosial (medsos).
Video yang direkam saat sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap, Selasa (8/9/2026), itu memunculkan anggapan bahwa sekolah menolak program MBG. Akhirnya pihak sekolah pun angkat bicara.
Pihak SDN 015 Tambusai Utara memastikan tidak pernah menolak MBG. Video tersebut dibuat justru untuk memberitahukan kepada orangtua atau wali murid bahwa paket MBG telah tiba di sekolah dan dapat diambil karena siswa sedang mengikuti pembelajaran dari rumah.
Baca Juga: Pastikan Ketersediaan BBM, Pertamina Lakukan Peningkatan Pasokan
Plt Kepala SDN 015 Tambusai Utara, Fitria Sari SPd, menegaskan tidak ada maksud penolakan dalam video yang beredar tersebut. Menurutnya, video dibuat dalam situasi khusus karena kegiatan belajar mengajar di sekolah ditiadakan sementara akibat kondisi kabut asap.
"Video itu bukan penolakan MBG. Justru untuk mengajak wali murid mengambil MBG yang sudah ada di sekolah. Karena saat itu anak-anak tidak masuk sekolah, tapi belajar daring dari rumah ," kata Fitria Sari saat dikonfirmasi Riaupos.co, Rabu (9/9/2026), terkait beredaranya narasi Video yang menolak MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Kabupaten Rohul.
Ia menjelaskan, video tersebut direkam salah seorang guru bernama Ahmad Suheri, setelah paket MBG tiba di sekolah pada Selasa pagi. Karena siswa tidak berada di sekolah, pihak sekolah kemudian mencari cara agar makanan yang sudah tersedia tetap dapat diterima oleh para siswa.
Baca Juga: Kabut Asap Belum Aman, Penerapan PJJ di Rohul Diperpanjang hingga 10 September
Video itu selanjutnya dibagikan atau diunggah ke akun facebook. Tujuannya agar informasi mengenai kedatangan paket MBG diketahui para orangtua dan wali murid.
Dalam video tersebut, pihak sekolah menginformasikan bahwa paket MBG sudah tersedia dan mengajak wali murid datang ke sekolah untuk mengambilnya. Pengambilan paket ditunggu hingga sekitar pukul 10.00 WIB.
"Intinya mengajak wali murid untuk mengambil MBG. Tidak ada kata-kata menolak, apalagi meminta program MBG dihentikan," tegas Fitria.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Rimbo Panjang Padam, BPBD Kampar Waspadai Asap dan ISPU Tidak Sehat
Ia menyebutkan, sebanyak 362 siswa SDN 015 Tambusai Utara merupakan penerima manfaat program MBG. Program tersebut telah berjalan sekitar satu tahun, sejak November 2025.
Selama pelaksanaannya, distribusi MBG untuk sekolah tersebut awalnya berasal dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, penyaluran MBG kemudian dialihkan ke SPPG Suka Damai.
"Awalnya kami menerima MBG dari SPPG Mahato. Setelah SPPG Suka Damai berdiri, distribusinya dialihkan ke SPPG Suka Damai," jelasnya.
Baca Juga: 1.601 Pebulutangkis Muda Siap Berjuang pada Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus
Sementara itu, katanya, Rabu (9/9/2026), tidak ada distribusi MBG untuk siswa SDN 015 Tambusai Utara. Kondisi tersebut sejalan dengan masih diberlakukannya PJJ akibat kabut asap. Fitria berharap video yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia menegaskan sekolah tetap mendukung program MBG yang selama ini telah diterima dan disalurkan kepada para siswa.
"Tidak ada penolakan MBG dari sekolah. Video itu semata-mata pemberitahuan dan ajakan kepada orangtua agar MBG yang sudah tersedia tetap diambil di sekolah, sehingga tidak terbuang," tutupnya. (epp)
Editor : M. Erizal