Kelangkaan Semen di Rohul, Proyek Pemerintah dan Warga Terkendala, Disperindag Ungkap Penyebabnya

Engki Prima Putra • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 23:55 WIB
Kadisperindag Rohul Sugesti SE MSi (Istimewa)
Kadisperindag Rohul Sugesti SE MSi (Istimewa)

 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Kelangkaan semen di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai mengganggu aktivitas pembangunan. Tidak hanya masyarakat yang kesulitan mendapatkan semen untuk membangun dan merenovasi rumah, sejumlah pekerjaan fisik pemerintah juga ikut terkendala akibat pasokan yang tersendat.

Kondisi tersebut dirasakan kontraktor maupun masyarakat yang membutuhkan semen dalam jumlah cukup besar. Pasokan yang terlambat membuat stok di sejumlah toko bangunan cepat habis, sementara permintaan justru meningkat seiring banyaknya kegiatan pembangunan dan renovasi di Rohul.

Informasi dari sejumlah toko bangunan di Pasirpengaraian menyebutkan, tersendatnya pasokan semen diduga dipengaruhi kendala bahan baku di tingkat produsen serta sulitnya mendapatkan BBM jenis solar untuk mendukung distribusi.

 Baca Juga: Satu Kafe Remang-Remang di Belakang Kawasan Komplek Pemkab Kuansing Ditutup

Keterlambatan pengiriman membuat semen yang masuk ke toko bangunan yang ada di Kabupaten Rohul tidak mampu bertahan lama. Begitu stok tersedia, semen langsung diburu pembeli sehingga kembali cepat habis.

Di sisi lain, kebutuhan semen di Rohul saat ini cukup tinggi. Selain pekerjaan fisik pemerintah, pembangunan rumah, renovasi dan berbagai pekerjaan konstruksi masyarakat turut meningkatkan permintaan.

Akibatnya, kebutuhan semen disebut meningkat lebih cepat dibandingkan pasokan yang tersedia di pasaran. Kondisi ini membuat masyarakat dan kontraktor harus mencari semen ke sejumlah toko bangunan atau menunggu hingga pasokan berikutnya tiba.

Menanggapi keluhan masyarakat dan kontraktor terkait sulitnya mendapatkan semen di sejumlah toko bangunan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rohul Sugesti SE MSi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima dari sejumlah toko bangunan, kondisi tersebut dipengaruhi kendala pasokan bahan baku dan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

 Baca Juga: Kemarau Panjang, Ketersediaan dan Harga Bahan Pokok di Pasar Rakyat Kota Rengat Masih Stabil

Kondisi itu berdampak terhadap keterlambatan pengiriman semen ke toko-toko bangunan. Akibatnya, stok semen yang tersedia cepat habis karena tingginya permintaan masyarakat dan pelaku usaha.

"Menurut informasi dari beberapa toko bangunan, kendala ini disebabkan bahan baku dan sulitnya mendapatkan BBM solar. Pengiriman semen ke toko bangunan menjadi terlambat sehingga stok cepat habis," kata Sugesti menjawab Riaupos.co, Senin (21/9/2026), terkait langkanya bahan baku semen di Kabupaten Rohul.

 Selain kendala pasokan, lanjutnya, kebutuhan semen di Rohul saat ini juga mengalami peningkatan seiring meningkatnya aktivitas pembangunan dan renovasi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan semen tumbuh lebih cepat dibandingkan pasokan yang tersedia di lapangan.

 Baca Juga: MAN 1 Pekanbaru Kembali Ukir Prestasi di OSN 2026

"Untuk sementara, itu informasi yang kami dapat dari hasil pemantauan di lapangan saat ini," ujarnya.

Sementara itu, kelangkaan semen yang berlangsung sebulan lebih di tengah meningkatnya aktivitas pembangunan dikhawatirkan dapat mempengaruhi kelancaran pekerjaan fisik apabila pasokan tidak segera kembali normal.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut juga membuat pekerjaan pembangunan maupun renovasi rumah harus menyesuaikan dengan ketersediaan semen di pasaran. Bahkan berdampak sepinya job sejumlah tukang bangunan di Kabupaten Rohul.(epp)

 

Editor : Edwar Yaman
Disperindag Rohul Kelangkaan Semen rohul proyek pemerintah