Semen di Rohul Masih Ada, Namun Stok Terbatas, Harga di Pasaran Bervariasi

Engki Prima Putra • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 19:16 WIB
Tumpukan stok semen di salah satu toko bangunan di Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Rohul. Selasa (22/9/2026). Foto Engki Prima Putra
Stok semen di salah satu toko bangunan di Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, Rohul. Selasa (22/9/2026). Foto Engki Prima Putra 

PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) -- Setelah hampir dua bulan langka dan sulit diperoleh, semen mulai kembali tersedia di sejumlah toko bangunan di Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Namun, stok yang masih terbatas membuat harga jual kini lebih mahal dan bervariasi, bahkan mencapai Rp86.000 per sak untuk semen yang diantar kepada pelanggan.

Dengan kondisi pasokan yang belum sepenuhnya lancar, masyarakat yang sedang membangun maupun melakukan renovasi rumah masih harus mengantisipasi keterbatasan stok dan perubahan harga semen di pasaran.

Pantauan Riaupos.co di sejumlah toko bangunan di Pasirpengaraian, Selasa (22/9/2026), harga semen Padang dan Tiga Roda untuk pembelian langsung berada di kisaran Rp83.000-Rp84.000 per sak. Sementara untuk pembelian yang diantar ke pelanggan, harganya mencapai sekitar Rp86.000 per sak.

Baca Juga: KUA-PPAS Perubahan Rohul 2026 Disepakati, Ini Anggaran yang Dipangkas

Kondisi tersebut berbeda dibandingkan sebelum terjadi kelangkaan. Pemilik Toko Pasputim Pasirpengaraian, Nardi, mengatakan semen Padang sebelumnya dijual sekitar Rp78.000 per sak. Dalam dua bulan terakhir, harga mengalami kenaikan sebanyak tiga kali dengan total Rp8.000 per sak. Kenaikan dilakukan bertahap, yakni Rp3.000, kemudian Rp3.000 dan terakhir Rp2.000.

"Kenaikannya bertahap. Dari Rp78.000, naik Rp3.000, kemudian Rp3.000 lagi dan terakhir Rp2.000. Sekarang harga di toko Rp84.000 per sak, sedangkan kalau diantar sekitar Rp86.000," ujar Nardi menjawab Riaupos.co, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, ketersediaan semen memang mulai membaik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Namun, pasokan dari distributor belum sepenuhnya normal sehingga toko masih harus mengatur pembelian dan stok dengan ketat.

Baca Juga: APBD-P Meranti Mulai Dibahas, KUA-PPAS Terpaut Rp2 Miliar dari RKPD

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari distributor, terjadi antrean pemuatan semen di Pabrik Semen Padang. Selain itu, produksi disebut mengalami pembatasan akibat keterbatasan bahan baku, termasuk batu bara.

Kendala pasokan BBM solar juga disebut ikut memengaruhi kelancaran distribusi semen hingga ke daerah. "Sudah transfer uang, tetapi semen tidak langsung datang karena masih antre di pabrik. Biasanya sekitar satu pekan baru sampai," jelasnya.

Kondisi tersebut katanya, mengubah pola pembelian toko kepada distributor. Sebelum terjadi kelangkaan, pembayaran biasanya dilakukan setelah semen tiba. Kini, toko harus mentransfer pembayaran terlebih dahulu sebelum semen dikirim.

Baca Juga: MPP Mini Jadi Helpdesk Perizinan Digital

Untuk menjaga agar stok tetap tersedia, lanjutnya, pihak toko melakukan pemesanan secara berkala. Dalam satu kali pemesanan, jumlah semen yang dibeli sekitar 440 sak. Bahkan, untuk tiga kali pemesanan, dana yang harus ditransfer kepada distributor mencapai sekitar Rp100 juta.

"Dengan cara itu, kami berusaha menjaga stok. Jadi dalam satu pekan masih ada semen yang tersedia untuk pelanggan," katanya.

Meski semen sudah kembali ada, pelanggan yang membutuhkan dalam jumlah banyak belum bisa langsung mendapatkan barang sesuai kebutuhan. Mereka harus melakukan pemesanan terlebih dahulu dan memberikan panjar.

Baca Juga: DPRD Sorot Gelombang Pindahnya Puluhan ASN Keluar Meranti, Nasib Pelayanan Masyarakat Dipertanyakan

"Sekarang sudah ada belasan pelanggan yang booking semen. Kami berharap pendistribusian semen di Rohul kembali lancar sehingga masyarakat yang sedang membangun atau merenovasi rumah tidak terkendala," ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Toko Karya Bangunan, Desa Pematang Berangan, Kecamatan Rambah. Karyawan toko, Weni, mengatakan semen sudah kembali tersedia, tetapi stok yang ada belum bisa dikatakan aman.

"Hari ini (Selasa, red), ada sekitar seratusan sak. Tapi kemungkinan dalam pekan ini bisa habis karena sebelumnya beberapa pekan sempat kosong," kata Weni kepada Riaupos.co, Selasa (22/9/2026).

Baca Juga: Cegah Pendangkalan dan Banjir, Pencucian Sungai sepanjang 14 Km di Dua Kecamatan di Dimulai

Di toko tersebut, semen dijual Rp83.000 per sak. Harga tersebut juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp81.000 per sak. Karena harga pembelian dari distributor ikut naik. "Kami belum bisa memastikan kapan stok tambahan kembali dikirim distributor. Informasinya masih ada antrean pemuatan semen di pabrik maupun di gudang distributor di Dumai dan Pabrik Semen Padang," ujarnya. 

 

Editor : Rinaldi
harga semen harga bervariasi stok terbatas