PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Hujan yang mengguyur Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) selama dua hari belum sepenuhnya membuat persoalan kabut asap berakhir.
Jumat (2/10/2026), kabut asap kembali menyelimuti sejumlah wilayah Rohul, meski hasil pemantauan satelit menunjukkan tidak terdapat titik panas (hotspot) di daerah tersebut.
Kondisi ini memunculkan dugaan kabut asap yang masuk ke Rohul merupakan asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah kabupaten/kota tetangga.
Baca Juga: Dari SUV hingga Mobil Keluarga, Daihatsu Hadirkan Kendaraan untuk Beragam Kebutuhan
Pantauan Riaupos.co di lapangan, kondisi cuaca Rohul sejak pagi terlihat cerah dan panas. Udara terasa gerah, sementara dari kejauhan tampak kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan.
Kabut asap bahkan masih terlihat hingga petang sekitar pukul 18.00 WIB. Namun masih sedikit terlihat, warga yang melakukan aktivitas diluar rumah, mereka tanpa menggunakan masker. Kondisi menurunnya kualitas udara di Kabupaten Rohul khususnya Pasirpengaraian dan sekitarnya, mulai dikeluhkan masyarakat.
Selain mengganggu kenyamanan beraktivitas, kabut asap yang kembali muncul dikhawatirkan bagi kesehatan masyarakat, berdampak terhadap aktivitas anak-anak yang kini mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.
Baca Juga: Polisi Masih Selidiki Kematian Pria yang Ditemukan di Jaring Ikan
"Kami berharap kabut asap ini tidak berlangsung lama dan tidak mengganggu anak-anak yang bersekolah. Apalagi sekarang kegiatan belajar sudah tatap muka. Semoga segera turun hujan lagi sehingga kabut asap cepat hilang dan udara kembali bersih," keluh Hendri, salah seorang warga Kelurahan Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah kepada Riaupos.co, Jumat (2/10/2026).
Ia berharap kondisi tersebut segera membaik, terlebih jika kembali turun hujan yang dapat membantu membersihkan udara dari kabut asap. Selain meminta pemerintah melakukan penanganan Karhutla secara cepat sehingga asap tidak semakin pekat dan menggangu aktifitas dan kesehatan warga.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohul H Zulhendri SSos MIP mengatakan, berdasarkan pemantauan satelit melalui aplikasi Lancang Kuning dan Sipongi, tidak terdeteksi adanya titik panas di wilayah Rohul.
Baca Juga: Diduga Cabuli Lebih dari 20 Murid, Polres Kampar Tangkap Mantan Kepala Sekolah
"Berdasarkan pantauan satelit dari aplikasi Lancang Kuning dan Sipongi, hari ini tidak ada titik hot spot. Kemungkinan asap kiriman yang berada di wilayah Rokan Hulu dikarenakan arah angin dari selatan," ungkap Zulhendri menjawab Riaupos.co, Jumat (2/10/2026), terkait kabut asap tebal yang mulai menyelimuti 16 kecamatan se-Rohul.
Menurutnya, arah angin menjadi salah satu faktor yang memungkinkan asap dari wilayah lain terbawa masuk ke Rohul. Karena itu, BPBD Rohul terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan Karhutla serta kondisi sebaran asap di wilayah Rohul.
Zulhendri mengimbau masyarakat di Kabupaten Rohul untuk tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan ditengah cuaca panas. Selain diminta tetap waspada, masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kebakaran lahan di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga: Hujan Lebat Disertai Petir Berpotensi Terjadi di Kampar, Ini Imbauan BPBD Kepada Warga
''Langkah cepat masyarakat dinilai penting, untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus membantu menjaga kondisi lingkungan tetap aman dari ancaman kebakaran,'' tutup mantan Kadiskop UKM Transnaker Rohul itu. (epp)
Editor : M. Erizal