PASIRPANGARAIAN (RIAUPOS.CO) - Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) diminta untuk membuktikan pengabdiannya dengan memberikan kinerja nyata, integritas, dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
”Jangan pernah merasa cukup dengan pengabdian yang telah dijalani. Semakin lama kita mengabdi, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Ukuran keberhasilan ASN adalah seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat,” pesan Bupati Rohul Anton T MM usai menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI kepada212 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Senin (12/10).
Penyerahan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya Tahun 2026 tersebut dilakukan usai upacara peringatan HUT ke-27 Kabupaten Rohul di halaman kantor Bupati, kemarin. Tanda kehormatan diberikan secara simbolis kepada perwakilan dari masing-masing kategori.
Baca Juga: Kejari Rohul Bongkar Dugaan Kredit Fiktif Rp2,59 Miliar, Empat Tersangka Langsung Ditahan
Di antaranya 32 PNS masa pengabdian 30 tahun, 66 PNS menerima kategori 20 Tahun, dan 114 PNS lainnya menerima kategori 10 Tahun.
Bupati mengatakan, penghargaan itu harus menjadi pemacu untuk bekerja lebih baik, menjaga kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. ”Penghargaan ini bukan sekadar tanda kehormatan, tetapi juga amanah untuk terus meningkatkan pengabdian. Saya berharap para penerima Satyalancana Karya Satya semakin termotivasi untuk bekerja dengan penuh integritas, disiplin dan profesionalisme serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar mantan Kadis PUPR Rohul itu.
Orang nomor satu Rohul itu mengingatkan, masa pengabdian yang panjang harus sejalan dengan integritas, profesionalisme dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, Satyalancana Karya Satya bukan hanya simbol kesetiaan dan pengabdian seorang aparatur negara.
Baca Juga: Murid SDIT Rabbani Pasirpengaraian Melaju ke Tingkat Nasional OMI 2026
Ditegaskannya, keberhasilan seorang aparatur tidak cukup diukur dari lamanya masa kerja. Lebih penting dari itu, sejauh mana pengabdian tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pelaksanaan tugas dan tanggung jawab sehari-hari.
Masyarakat, lanjutnya, membutuhkan aparatur yang responsif, mampu memberikan solusi, dan memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya. Karena itu, seluruh ASN dituntut terus meningkatkan kompetensi, berinovasi serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan pelayanan publik yang semakin berkembang.
Anton berharap para penerima tanda kehormatan dapat menjadi teladan bagi ASN lainnya di lingkungan Pemkab Rohul. Pengalaman dan masa pengabdian yang telah dijalani hendaknya menjadi modal untuk membangun budaya kerja yang lebih baik, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Baca Juga: Khidmat dan Berwibawa, Ketua dan Dua Wakil Ketua DPRD Rohul Ditabalkan Gelar Adat LAMR
”Jangan pernah merasa cukup dengan pengabdian yang telah dijalani. Semakin lama kita mengabdi, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Ukuran keberhasilan ASN adalah seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada masyarakat,” pesannya.(epp)
Laporan ENGKI PRIMA PUTRA, Pasirpangaraian
Editor : Arif Oktafian