Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Santri Meninggal Jadi Dua Orang; Kebakaran di Ponpes Nurul Yakin Kampung Dayun

Monang Lubis • Selasa, 20 Februari 2024 | 10:00 WIB
Tim Labfor meminta keterangan ke sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yakin di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Senin (19/2/2024).
Tim Labfor meminta keterangan ke sejumlah santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yakin di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Senin (19/2/2024).

SIAK (RIAUPOS.CO) - Tiga santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yakin di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun terbakar di dalam kamarnya, asrama putra.

Dari tiga yang terbakar, Ahad (18/2) sekitar pukul 04.00 WIB ma­sing-masing santri bernama Firman Teguh Pramuja (18) meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit Pekanbaru, tepatnya di sekitar Simpang Bakal.

Sedangkan Nur Muhammad Ardian (15) luka bakar berat dan Ahad (18/2) sekitar pukul 20.00 WIB, meninggal dunia menyusul Firman Teguh Pramuja. Nur Muhammad Ardian meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Tengku Rafi’an Siak. Sementara  Soni Pratama (17) luka bakar sekitar 40 persen. 

Pengasuh Ponpes Pimpinan 2 Ustaz Jamarusdi mengatakan, pihaknya sepenuhnya sudah menyerahkan masalah ini kepada pihak kepolisian. “Apapun hasilnya kami akan terima, sebab apa yang menjadi penyebab ketiganya terpanggang masih misteri,” terangnya.

Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Aliyah Ustaz Muhajir mengatakan, keluarga korban meminta putranya diotopsi agar terungkap pelaku sebenarnya. “Kami sangat mendukung keinginan orang tua korban, kami berharap persoalan ini segera terang benderang,” sebutnya.

Sementara pantauan di Ponpes, Tim Labfor Polda Riau, di bawah pimpinan Iptu Sunton melakukan olah tempat kejadian perkara, serta memintai keterangan sejumlah saksi, yang terdiri dari teman teman korban.

Kapolres Siak AKBP Asep Sujarwadi SIK MSi dikonfirmasi terkait santri tewas terpanggang di asrama putra mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pendalaman. “Beri kami waktu untuk mengungkap perkara ini,” kata Kapolres.

Ada tujuh santri yang dibawa ke Polres Unit Perlindungan Ibu dan Anak (PPA), untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.(gem)

 

Editor : RP Arif Oktafian
#ponpes nurul yaqin #ponpes terbakar #siak