SIAK (RIAUPOS.CO) - Suasana Kampung Paluh, Kecamatan Mempura semakin mencekam, sebab sudah 3 ekor ternak warga dimangsa harimau dalam empat hari.
Demikian dikatakan Ketua Animal Rescue BPBD Siak Irwan Priatna. Sejak Ahad (3/3) sampai Rabu (6/3) pagi, ternak warga disikat harimau, dan jejaknya sangat jelas.
Ahad yang dimangsa sapi, namun belum sempat dibawa, sudah keburu dikubur warga. Senin malam harimau terekam kamera trap mendatangi tempat di mana sapi mati.
Karena tak menemukan hasil buruannya, harimau mencari mangsa baru yaitu kambing warga. Lalu pada Selasa, harimau kembali keluar, sampai Rabu dini hari dia kembali memangsa kambing di tempat yang sama, dan membawanya ke wilayah Sungai Pinang.
Bahkan menurut Irwan Priatna yang menelusuri jejak harimau, bersama Tim BBKSDA, perangkat Kecamatan Mempura dan warga Kampung Paluh, Satpol PP, personel TNI dan Polri bersama warga, kambing dimangsa dari kandang warga Paluh, lalu dibawa menyeberangi tiga parit masing masing memiliki lebar 1 meter dan anak sungai mencapai 10 sampai 12 meter dengan jembatan kayu yang sudah jarang dilintasi warga yang hendak ke kebun karena sudah mulai lapuk dan rusak.
“Kami mengikuti jejak harimau dan memastikan kambing dibawa sekitar 700 meter dari kandang dan berada di kawasan Kampung Sungai Pinang,” terang Irwan Priatna.
Melompati parit sambil menggigit mangsanya, tentu terbayang seberapa besar harimau itu. Dari jejak kakinya yang masih basah, jelas harimau baru melintas.
Tak mudah mengikuti jejak harimau ini, sebab menurut Irwan Priatna, mereka berputar putar di kebun sawit menyusuri jalan setapak dan menerobos semak belukar yang sebagian gambut.
“Ada 4 jam kami di dalam perkebunan warga, hingga sampai batas penyeberangan Sungai Pinang,” terang Irwan Priatna.
Jejak kakinya banyak dan ada jejak saat berangkat dan ada juga jejak saat kembali. Jadi belum bisa dipastikan apakah harimau ini satu ekor atau lebih.
Sementara Penghulu Paluh Suprayitno terus mengimbau warganya untuk berhati hati. Sebab harimau masih berkeliaran dan memangsa ternak warga.
“Saya tidak ingin ada korban, makanya saya ajak warga untuk berhati-hati dan saling mengingatkan,” ucap Penghulu Suprayitno.
Laporan: Monang Lubis (Siak)
Editor : RP Edwir Sulaiman