SIAK (RIAUPOS.CO)- Data dari Diskes Kabupaten Siak untuk kasus stunting (tengkes) tiga tahun terakhir di Kabupaten Siak, terjadi penurunan. Tahun 2023 sebanyak 742 anak, terjadi penurunan dibanding 2022 lalu, berada di angka 1.457 anak. Sementara angka tengkes pada 2021 ada 2.000 anak.
Wakil Bupati Siak Husni Merza memaparkan hasil penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan aksi konvergensi stunting Kabupaten Siak tahun 2023 di Pekanbaru, Rabu (29/5).
Hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Fauzi Asni, Kadis Kesehatan dr Benny Chairuddin MARS, Kadis PMK Muhammad Arifin, Kadis Sosial Wan Idris, Kadis DP3AP2KB Noni Paningsih, Kabid PPM Widia Sari, dan Kabid IKPS Diskominfo Wendi Lasta Febrian.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 prevalensi stunting di Provinsi Riau tahun 2023 sebesar 13,6 persen. Hasil ini lebih rendah dibanding capaian nasional 21,5 persen. Hal tersebut merupakan capaian tinggi bagi Provinsi Riau yang menempati urutan ketiga terendah setelah Provinsi Jambi dan Bali.
Wabup Husni mengungkapkan, berdasarkan Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting Kabupaten Siak berada di angka 22,00 persen, dibandingkan tahun 2021 sebesar 19 persen.
Lebih lanjut disampaikan Wabup Husni, jika prevalensi tengkes di Kabupaten Siak berada di angka satu digit, maka fokus utamanya bukan lagi tentang menurunkan tengkes, tetapi menjalankan upaya-upaya pencegahan tengkes itu sendiri.
“Alhamdulillah berkat kerja sama dan kerja cerdas dari semua pihak baik Pemerintah, masyarakat maupun swasta pada Survey Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, tingkat prevalensi tengkes Kabupaten Siak berhasil diturunkan menjadi 10,40 persen atau menurun 11,60 persen dari tahun 2022,” ujarnya.
Wabup yang juga merupakan Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Siak menambahkan, dalam RPJMD Kabupaten Siak tahun 2021-2026, Kabupaten Siak berkomitmen menurunkan angka tengkes. Kabupaten Siak menargetkan angka prevalensi tengkes menjadi 13,79 persen pada 2024, ini berada di bawah target nasional 14 persen dan Provinsi Riau 18 persen.
“Komitmen Pemkab Siak dalam percepatan penurunan tengkes bisa dilihat isu tengkes sebagai bagian dari dokumen perencanaan Pemkab Siak. Hal ini menandakan bahwa Pemkab Siak serius dalam menekan dan mewujudkan zero stunting,” terangnya.
Pemkab Siak telah melakukan berbagai upaya dalam menurunkan angka tengkes, di antaranya melakukan rembuk tengkes dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai tingkat kampung dan desa.
”Kami juga melakukan rembuk tengkes dengan beberapa pihak yang langsung dipimpin Bupati Siak, dan kami juga telah melakukan penandatangan kesepakatan rembuk tengkes,” jelasnya.
Rembuk tengkes dilakukan bersama pihak kecamatan dan kampung serta melibatkan perusahaan-perusahaan dan forkopimda dan masyarakat.(gem)
Editor : RP Arif Oktafian