Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pencari Kayu di Siak Diserang Harimau

Hendrawan Kariman • Kamis, 5 September 2024 | 12:18 WIB
Korban Jon Heri saat akan pulang usai menjalani perawatan di Pustu Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Rabu (4/9/2024).
Korban Jon Heri saat akan pulang usai menjalani perawatan di Pustu Kampung Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Rabu (4/9/2024).

Siak Sri Indrapura (RIAUPOS.CO) - Konflik harimau dengan manusia kembali terjadi di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Rabu (4/9), pekerja pencari kayu mahang diserang harimau di wilayah perbatasan Kampung Mengkapan dengan Rawa Mekar Jaya, tak jauh dari Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB).

Pencari kayu mahang Hamid dan Bahar mendengar suara rekannya Jon Heri berteriak meminta tolong.

Teriakan itu tentu saja membuat keduanya cemas sebab beberapa saat sebelumnya, mereka melihat harimau di kejauhan.

Saat mendekati Jon Heri, keduanya menyaksikan harimau sudah berada di atas tubuh Jon Heri yang tertelungkup.

Sontak keduanya berteriak menghalau harimau yang kedua kaki depannya sedang menancap di kepala dan tangan Jon Heri.

Teriakan Hamid dan Bahar membuat harimau meninggalkan tubuh Jon Heri. Lalu Hamid dan Bahar mendekati Jon Heri dan membawanya keluar dari lokasi untuk dirujuk ke Pustu (Puskesmas Pembantu) Kampung Rawa Mekar Jaya.

Demikian dijelaskan Kapolsek Sungai Apit AKP Rinaldi.

“Jon Heri warga Sungai Rawa diserang harimau di wilayah perbatasan Kampung Mengkapan dengan Rawa Mekar Jaya, tak jauh dari Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Rabu (4/9) sekitar pukul 12.45 WIB,” jelasnya.

Kawasan Jon Heri diserang harimau tidak jauh dari jalan besar. Hal itu tentu saja membuat warga khawatir dan resah.

Kapolsek Rinaldi sudah meminta Bhabinkamtibmas untuk mengingatkan warga agar membatasi kegiatan di luar rumah, terutama saat senja dan pagi.

“Kami juga sudah koordinasi dengan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam) dan meminta diambil langkah konkret,” kata Kapolsek Rinaldi.

Menurut keterangan Jon Heri kepada pihak kepolisian, siang itu mereka sedang istirahat. Temannya Hamid dan Bahar pergi mencari air untuk Salat Zuhur, sedangkan dirinya sedang tidur-tiduran menunggu rekannya.

“Saya tidak menyangka tiba-tiba harimau sudah ada di atas saya,” ujarnya.

Sementara rekannya Hamid mengaku lega teriakannya dan Bahar membuat harimau pergi meninggalkan tubuh rekannya Jon.

“Sontak apa yang menimpa Jon Heri menjadi perhatian warga, pustu menjadi penuh dan banyak warga yang mengabadikan,” sebut Hamid.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Siak H Heriyanto SH sudah menurunkan Tim Animal Rescue untuk melakukan mitigasi.

“Kami mengupayakan agar situasi kembali kondusif dan aktivitas masyarakat kembali berjalan lancar,” katanya.

‘’kami akan berkolaborasi dengan BBKSDA dalam menghalau harimau kembali ke habitatnya,’’ tambahnya.

Terkait kejadian ini, Kepala BBKSDA Riau Genman S Hasibuan mengakui baru mendapat kabar pada sore hari.

‘’Kami baru dapat berita tersebut sore (kemarin, red). Saat ini tim kami sedang melakuman persiapan untuk berangkat ke lokasi kejadian,’’ sebutnya.

Genman justru menyebutkan, tim di lapangan saat ini sedang melakukan mitigasi konflik harimau di Koto Gasib, Siak.

Menurutnya, seorang petani sawit di Kampung Buatan II, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, Riau Yohanes Nduru melaporkan dirinya telah bertemu dengan harimau sumatera. Tidak sekali, melainkan dua kali.

Pertemuan pertama, seperti laporan yang diterima tim di lapangan, terjadi pada Rabu (28/8) sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu dirinya melihat hewan buas itu ketika hendak menerkam anjing di belakang pondok sawitnya.

Yohanes kembali melihat harimau pada Sabtu (31/8) sekitar pukul 20.00 WIB malam. Kali ini hewan buas itu terlihat di kebun sawit.

Dia menyebutkan satwa dilindungi itu terlihat datang dari arah hutan yang ditumbuhi tanaman akasia liar.

Genman S Hasibuan menyebutkan, atas laporan tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan para pihak.

‘’Tim kita sudah turun berkoodinasi dengan sumber informasi bersama Damkar Koto Gasib, Pemdes Buatan II, Polsek Koto Gasib dan masyarakat sekitar,’’ sebut Genman.

Saat melakukan pengecekan lapangan berdasarkan informasi sebelumnya, Tim Gabungan di lokasi menemukan jejak satwa harimau sumatera di belakang pondok sawit milik Yohanes Nduru pada koordinat 0.760677, 101.812718. Berdasarkan penelusuran jejak, hewan itu memang datang dari arah hutan akasia liar.

Atas temuan itu Genman menyebutkan, tim masih bersiaga di lokasi untuk melakukan mitigasi. Masyarakat sekitar diminta waspada.

Terutama pada waktu-waktu harimau aktif beraktivitas, yaitu pada malam hari.

‘’Tim melakukan himbauan kepada masyarakat yang beraktivitas di lokasi untuk membatasi kegiatan di luar rumah pada saat tidak bekerja terutama saat jam aktif satwa harimau. Upayakan bekerja berkelompok dan hindari bekerja sendiri sendiri saat bekerja, pada saat bekerja di haruskan untuk memperhatikan sekitar,’’ tutur Genman.

Sementara itu, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan sudah meminta kepala desa atau penghulu untuk bergerak cepat membantu korban serangan harimau di Kecamatan Sungai Apit.

 

‘’Jika harus mendapat perawatan intensif, silakan dibawa ke RSUD Tengku Rafi’an Siak,’’ ujarnya.

Indra Gunawan juga meminta penghulu dan perangkatnya untuk proaktif mengingatkan warga membatasi aktivitas. Ketika harus keluar rumah hendaknya tidak sendiri.

“Saya tahu kondisi ini karena habitat harimau rusak dan punah. Saya meminta pemangku kepentingan untuk memikirkan hal ini dan duduk bersama mencarikan solusinya,” ujarnya.(mng/end)

Editor : RP Arif Oktafian
#harimau di siak #diserang harimau #harimau sumatera #konflik harimau dan manusia