SIAK (RIAUPOS.CO)-Politik identitas dan menyerang gender tengah ditembakkan tim sukses petahana ke arah lawan politiknya.
Serangan soal perempuan tak boleh memimpin jelas mengarah pada satu-satunya calon bupati perempuan pertama di Siak, Dr Afni Z MSi.
Video salah satu tim sukses yang membawa-bawa Ayat Alquran dan menyerang kemampuan kaum perempuan memimpin menjadi viral.
Menanggapi serangan yang mengarah padanya, Calon Bupati Siak Paslon nomor 2 yang juga Ketua Muslimat NU Kabupaten Siak, Dr Afni tampaknya tidak terpengaruh.
Calon bupati pertama perempuan di Negeri Istana ini tetap berkampanye ke pelosok kampung menyampaikan program kerjanya.
Bahkan yang terbaru, ia malah ikut mendoakan calon bupati lainnya.
"Jujur, sayo ini bukan murni orang politik. Cumo pengabdi, akademisi dan praktisi. Takdir Allah membawa sampai sejauh ini,” katanya.
Jadi saat menengok wajah ikut terpampang di kampung-kampung, berdamping dengan calon lain, rasonyo campur aduk.
“Semuo calon sayo kenal, semua calon orang-orang baik," tulis Dr Afni di laman medsosnya, Senin (14/10/2024) siang.
Doa Dr Afni, semoga semuo calon dan para pendukungnyo tetap diberi hati yang luas, sabar, ikhlas, tetap menjaga sikap, lisan serta kesantunan.
“Kito semuo besodaro. Niat kito berikhtiar, soal hasil sesungguhnyo sudah ado ketentuan Allah Taala," tambahnya.
Postingan di laman Facebook resmi milik Dr Afni tersebut saat ini sudah di-like lebih dari 100 orang, dan mendapatkan banyak tanggapan.
"Ini yang saya suka dari calon kami, sama-sama mendoakan calon lain agar selalu diberi kesehatan. Jual program bukan saling membusukkan. Yok kito GAS. Untuk Siak kita tercinta," tulis akun Supri Yanto.
"Murni orang Siak sudah minum air Sungai Siak, makan ikan pantau dan ikan juaro semoga jadi juaro dalam Pilkada Siak ini. Menang menang menang ibu Dr Afni Z sebagai Bupati Siak wanita pertama insha Allah. Mari sama kita dukung dan menangkan," tulis Wan Naswar Hasyim.
Seolah tak terpengaruh dengan berbagai serangan yang mengarah padanya, Tenaga Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini terus melakukan sosialisasi, bahkan hingga 10 titik kampanye dalam satu hari di Tualang.
Di semua tempat kampanyenya, masyarakat antusias menyambutnya. Lebih dari 1.000 massa menyambut putri kelahiran Siak Sri Indrapura ini dalam sehari.
Pengamat politik Alexander Yandra mengatakan, tim petahana telah membuat blunder politik.
Menyerang Dr Afni dengan isu bahwa perempuan tidak boleh memimpin dianggap tidak tepat, karena sebagian penduduk Siak adalah perempuan.
"Serangan terbuka yang jelas mengarah ke Dr Afni menunjukkan bahwa ia telah menjadi ancaman serius bagi tim petahan. Hal ini memperkuat citra Dr Afni sebagai kuda hitam, menjelma menjadi lawan yang tangguh dan sulit dikalahkan. Tanda juga bahwa petahana di Siak mulai panik dan takut kalah dengan penantangnya ini," kata Alex.(rls/mng)
Editor : M. Erizal