Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kemunculan Harimau Jadi Persoalan Sangat Serius, Indra Gunawan: Konflik Manusia dengan Harimau Masih Terus Terjadi

Redaksi • Kamis, 19 Desember 2024 | 13:00 WIB
Penampakan harimau
Penampakan harimau

RIAUPOS.CO - Ketua DPRD Siak Indra Gunawan ingat betul bagaimana dua orang warga diserang harimau di wilayah sekitar Kampung Sungai Rawa, dan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Dua orang yang diserang harimau itu adalah Jon Heri (42) warga Sungai Rawa, diserang harimau di wilayah perbatasan Kampung Mengkapan dengan Rawa Mekar Jaya, tak jauh dari Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Rabu (4/9) sekitar pukul 12.45 WIB lalu, sedangkan Panji (24) warga Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, diserang harimau dan sempat bergumul, saat memancing bersama delapan rekannya di Sungai Rawa, sekitar KITB, Kecamatan Sungai Apit, Rabu (27/11/2024) malam.

Keduanya selamat, dan kemungkinan konflik ini masih akan terus berlanjut jika tidak segera diatasi dan dicarikan solusinya.

Sementara, pada Rabu (11/12) sekitar pukul 02.29 WIB, rekaman CCTV memperlihatkan keberadaan harimau di perkantoran PT Ekasapta di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), tepatnya di Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit. Situasi itu tentu saja memicu kekhawatiran warga setempat.

Atas situasi itu, Ketua DPRD Siak Indra Gunawan menyampaikan keprihatinannya, dan mengimbau masyarakat Kabupaten Siak, terutama yang berada di Kampung Sungai Rawa dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah, baik siang maupun malam hari.

Adanya penampakan harimau ini menjadi persoalan serius. Dan hal ini bukan pertama kali terjadi di Kampung Sungai Rawa. Sebelumnya, serangan harimau telah menimbulkan korban. Saya meminta masyarakat untuk lebih waspada,” kata Ketua DPRD Siak Indra Gunawan.

Indra Gunawan mengungkapkan, penampakan harimau ini tidak hanya mengancam keselamatan fisik warga, tetapi juga menimbulkan rasa cemas yang mendalam.

Konflik semacam ini sering kali mempengaruhi aktivitas harian masyarakat, seperti pekebun, pekerja pelabuhan atau bahkan sekadar keluar rumah untuk kebutuhan mendesak. “Kami memahami ketakutan masyarakat. Ketika manusia dan satwa liar berada dalam satu area yang sama, konflik terjadi,” sebut Indra Gunawan.

Harimau sebagai hewan liar bertindak berdasarkan instingnya, tetapi manusia juga harus melindungi diri dari potensi bahaya. Indra Gunawan memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk mencari solusi terbaik.

“Kami dari legislatif akan berkoordinasi dengan BKSDA dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan bahwa langkah penanganan dapat dilakukan secara tepat,” ungkapnya. Bagaimana teknisnya, tentu BBKSDA memiliki kewenangan, apakah melakukan relokasi harimau ke habitatnya yang lebih aman maupun langkah mitigasi konflik lainnya.

Menurut Indra Gunawan, selain langkah penanganan langsung terhadap harimau tersebut, perlu juga dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara menghindari konflik dengan satwa liar.

Penampakan harimau ini bukanlah kejadian pertama di Kampung Sungai Rawa. Dua serangan harimau sebelumnya telah menyebabkan korban luka. Hal ini menjadi bukti bahwa wilayah tersebut telah menjadi area konflik antara manusia dan satwa liar.

“Harimau mungkin merasa habitatnya terancam atau terganggu. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua, bagaimana menemukan keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelangsungan hidup satwa liar,” ujarnya.

Indra Gunawan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, BKSDA, perusahaan, dan masyarakat untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Selain itu, Indra Gunawan berharap agar pemerintah daerah dapat mempercepat upaya pelestarian hutan sebagai habitat alami harimau, serta membatasi ekspansi manusia ke wilayah yang merupakan jalur pergerakan satwa liar.

“Kita tidak hanya berbicara tentang perlindungan manusia, tetapi juga pelestarian ekosistem. Dengan langkah yang terencana, kita berharap tidak ada lagi korban, baik dari manusia maupun satwa,” tegas Ketua DPRD Siak ini.

Indra Gunawan juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan setiap penampakan harimau atau tanda-tanda keberadaannya kepada aparat setempat. Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas sendirian di malam hari. “Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin konflik ini bisa diredam, sehingga keamanan warga dan kelangsungan hidup harimau bisa terjaga,” tutup Indra.

Penanganan konflik ini menjadi ujian nyata bagi Kabupaten Siak dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan daerah dan pelestarian lingkungan hidup.

Sebelumnya, Harimau terekam kamera CCTV perusahaan Stockpile Cangkang Ekasapta berada di sekitar Kawasan Industri Tanjung Buton, Kampung Sungai Rawa, Rabu (11/12) sekitar pukul 02.29 WIB

Dari video terlihat kaki belakang sebelah kanan harimau tersebut pincang. Belum diketahui penyebab kaki harimau menjadi pincang seperti itu.

Harimau tersebut diduga bukan merupakan harimau yang menyerang pemancing bernama Panji (24), warga Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, saat pemungutan suara Pilkada, Rabu (27/11) lalu, walaupun kompleks tersebut tidak jauh dari lokasi pemancing bergumul dengan harimau.

Dari video terlihat kaki belakang sebelah kanan harimau tersebut pincang. Belum diketahui penyebab kaki harimau menjadi pincang seperti itu.

Kompleks yang dimasuki harimau Stockpile Cangkang Ekasapta berada di sekitar Kawasan Industri Tanjung Buton, karyawan bernama Fajar memberikan video kepada Kapolsek Sungai Apit AKP Rinaldi.

Harimau sempat memangsa anjing sebelum pergi dengan kaki belakang sebelah kanan pincang. Diduga bukan harimau yang menyerang Panji. Meski wilayah itu berdekatan dengan kawasan Panji diserang harimau.

Ketua Indra Gunawan mengatakan, dari kondisi kaki harimau yang pincang, berbeda dengan harimau yang bergumul dengan Panji. Panji dan kawan kawannya tidak pernah cerita harimau yang menyerangnya pincang.

Masih di Kabupaten Siak, disebutkan Indra Gunawan, harimau terlihat oleh pengendara mobil di hutan akasia, Rabu (11/12), antara wilayah Tumang, Kecamatan Siak, dengan wilayah Olak, Kecamatan Sungai Mandau.

Pengendara mobil sempat mengabadikan momen harimau yang berada di tepi jalan, baru menyeberangi parit. Karena mobil melintas, harimau mundur, berbalik ke semak akasia, kembali menyeberangi parit,

Selanjutnya ketika pengendara mobil memundurkan mobilnya untuk memastikan posisi harimau, ternyata harimau berselonjor di hutan akasia.Terlihat jarak mobil dengan harimau antara 8 sampai 10 meter, terpisahkan parit dengan kedalaman sekitar 1-2 meter.

Dari penjelasan Plt Kalaksa BPBD Siak H Heriyanto SH, disebutkan Indra Gunawan, mereka sedang melakukan mitigasi, baik terhadap harimau yang berada di antara wilayah Tumang dengan Sungai Mandau, maupun harimau yang ada di Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit. “Segera kami informasikan lebih detail terhadap langkah yang kami lakukan,” sebutnya.

Hasil mitigasi dan konfirmasi terkait video tentang penampakan harimau sumatera, BPBD telah menurunkan Tim Animal Rescue ke lokasi dan melakukan konfirmasi dengan perangkat Kampung Tumang dan masyarakat pengelola kebun sekitarnya.

Hasil dari penelusuran Tim Animal Rescue, bahwa video penampakan harimau lokasinya bukan di Tumang, Kecamatan Siak, tapi di wilayah Olak, Kecamatan Sungai Mandau. “Wilayah menuju Kampung Tumang, seputaran Kampung Olak, dekat Area Km 85,” terangnya

Lokasi penampakan memang tempat lintasan harimau, dekat dengan hutan lindung. “Tim melakukan imbauan kepada para pekerja kebun dan warga sekitar agar tetap berhati-hati dalam beraktivitas di area perkebunan,” jelasnya.

Tim BPBD juga telah berkordinasi dengan BBKSDA, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan selanjutnya. Mereka juga terus menelusuri pengunggah atau perekam video untuk memastikan lokasi dan situasi di lapangan.(adv)

Editor : Rindra Yasin
#harimau #harimau di siak #harimau sumatera berkeliaran #penampakan harimau #konflik harimau dan manusia #dprd siak #siak