Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Seberangkan Motor Lewati Banjir di Jalan Lintas Tanjung Buton, Pusako Siak Bayar Rp75 Ribu, Sehari Bisa 15 Unit

Monang Lubis • Kamis, 30 Januari 2025 | 21:05 WIB

 

Membantu warga menyeberangkan sepeda motor menggunakan gerobak dengan bayaran Rp75 ribu di Jalan Lintas Tanjung Buton, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Kamis (30/1/2025).
Membantu warga menyeberangkan sepeda motor menggunakan gerobak dengan bayaran Rp75 ribu di Jalan Lintas Tanjung Buton, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Kamis (30/1/2025).

SIAK (RIAUPOS.CO) - Bayar Rp75 ribu untuk bisa melintasi banjir dengan jarak sekitar 2-3 Km di Jalan Lintas Tanjung Buton, tepatnya di Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.

Tak semua orang sanggup membayar dengan harga segitu, namun dari pada harus memutar melintasi Pusako, lalu ke Sungai Apit, akan memakan waktu 1-2 jam. Tentu minyak dan waktu tempuh menjadi pertimbangan.

Demikian dikatakan Rita yang membawa dua anaknya, berhenti lama di ujung jalan yang tergenang.

“Bagi saya uang Rp75 ribu bisa untuk belanja dan jajan anak anak. Tapi dibanding harus memutar, lebih berisiko dan waktu akan semakin lama sampai di rumah,” ucap Rita.

Akhirnya Rita memutuskan tetap melintasi genangan dengan membayar Rp75 ribu. Dan Rita berdoa agar air cepat surut, sehingga aktivitas kembali normal dan lancar.

Sementara Juni dan dua temannya yang menarik gerobak berisi satu unit sepeda motor, berharap yang sama seperti Rita.

Bagaimana jalan kembali normal, karena kasihan pengendara motor harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

“Sehari bisa sampai 15 motor kami seberangkan. Tapi kami tidak ingin terus seperti ini. Kami berharap cepat ada solusi,” kata Juni.

Sementara Plt Kalaksa BPBD Siak H Heriyanto sudah meminta Dinas PU Tarukim, PT BSP dan Arara Abadi menurunkan alat berat.

“Saya kira dalam beberapa hari ke depan normalisasi berjalan lancar, sehingga banjir terurai dan aktivitas kembali lancar,” kata Kalaksa Heriyanto.

Penting bersinergi dalam penanganan banjir seperti ini. Sebab besar dampaknya, tak hanya jalan yang rusak, tapi juga penanganan warga yang terdampak, terutama bagi yang mengungsi, kesehatan, asupan makanan dan keselamatan mesti diperhatikan. (mng)

Editor : M. Erizal
#banjir #gerobak #siak