SIAK (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 400 petugas kebersihan dan empat tempat pengolahan akhir (TPA) disiapkan untuk menjaga kebersihan Kabupaten Siak. Meski sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan Adipura dan terkenal akan kebersihannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak bertekad untuk meningkatkan pengelolaan sampah.
Senin (17/2) siang, Pemkab Siak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengelolaan Sampah 2025 di Ruang Pucuk Rebung, Kantor Bupati Siak. Sekda Siak Drs H Arfan Usman MPd memimpin jalannya rakor.
Sekda menyebutkan, selagi masih ada kehidupan, sampah akan selalu ada. Sampah mesti dikelola dengan bijak. Menurutnya, keberhasilan dalam pengelolaan sampah akan berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat, keindahan kota.
”Kabupaten Siak sudah sering meraih penghargaan Adipura. Dan Siak terkenal akan kebersihannya. Oleh karena itu, pengelolaan sampah harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Rakor terkait pengelolaan sampah ini sangat penting dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan dan keindahan kota. Selain itu, pengelolaan sampah merupakan tujuan Program Siak Hijau yang saat ini terus digalakan.
”Saat ini di Kabupaten Siak baru memiliki empat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah,” jelas Sekda Arfan.
Empat TPA itu ada di Buantan Besar Kecamatan Siak, lalu TPA Perawang, kemudian TPA Lubuk Dalam, selanjutnya TPA Kandis di Kecamatan Kandis.
Rata-rata pengelolaan sampah di empat TPA ini menggunakan metode menimbun sampah atau controled lanfill, pemilihan dan pengelolaan sampah organik atau sampah Anorganik, serta adanya pengelolaan gas metan di TPA Buantan Besar, serta pemanfaatan Bank Sampah Induk Pelangi.
”Saya mengingatkan agar pengelolaan sampah, dan kepedulian terhadap lingkungan di setiap sekolah di dapat berjalan dengan baik dan terus ditingkatkan. Alhamdulillah, atas pengelolaan sampah dan menjaga tetap hijau, sejumlah sekolah di Kabupaten Siak telah berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata,” kata Sekda Arfan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak Amin Soimin menjelaskan, empat TPA sampah, di Buantan Besar Kecamatan Siak, melayani pengantaran sampah untuk tujuh Kecamatan yakni Kecamatan Siak, Mempura, Koto Gasib, Dayun, Bungaraya, Sabak Auh dan Sungai Apit.
TPA Perawang di Kecamatan Tualang, melayani dua kecamatan yakni Kecamatan Perawang dan Minas. Karena melayani dua kecamatan sering terjadi penumpukan sampah, akibat keterlambatan pengangkutan ke pembuangan akhir.
”Untuk TPA Lubuk Dalam dan Kandis saat ini berjalan dan berfungsi dengan baik,” jelas Kadis Amin.
Terkait dengan sarana dan prasarana dalam pengelolaan sampah di bawah Dinas DLH Siak, saat ini ada 87 unit sarana dan prasarana dengan kondisi baik. Diantaranya dump truk 18 unit, armroll 9 unit, pickup 10 unit, pickup dabel cabin 1 unit, mobil road sweper atau vacum 2 unit, gerobak sampah 11 unit, bin kountiner 25 unit, dan lain sebagainya.
Untuk petugas di TPA, ada 44 orang yang terbagi 26 di TPA Buantan Besar Kecamatan Siak, dan 18 orang di TPA Perawang, Kecamatan Tualang.
Sementara untuk data petugas kebersihan se-Kabupaten Siak, berjumlah 400 orang yang terbagi di setiap kecamatan.(mng)
Editor : Arif Oktafian