SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Memasuki Mei atau empat bulan sudah berlalu, namun perbaikan jalan Kabupaten Siak belum juga dimulai dan itu menimbulkan keluhan para pengguna jalan.
Tak hanya jalan dari Siak menuju Buatan II, atau Jalan Siak menuju Bungaraya, tapi jalan di tengah Kota Siak pun sudah mulai terlihat rusak dan berlubang, seperti di Jalan Hang Tuah, maupun Jalan Raya Siak-Tumang, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.
Keluhan datang dari warga bernama Safri. Dia merasa tidak nyaman saat melintasi jalanan kota yang berlubang itu.
Memang tidak terlalu dalam, tapi melebar posisinya. Jika dibiarkan lebih lama akan berdampak buruk bagi pengendara motor, terutama jenis matik yang bannya lebih kecil.
’’Bisa menimbulkan kecelakaan jika lebih lama dibiarkan. Jadi tolonglah jalan-jalan di Kota Siak ini diperhatikan,’’ ujar Safri.
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan mengatakan anggaran pemeliharaan jalan sudah disahkan dengan panjang 237 Km.
‘’Tinggal pelaksanaannya lagi. Sejauh ini untuk pemeliharaan, pelaksanaannya dengan sistem swakelola,’’ jelas Indra Gunawan.
Jalan merupakan akses vital yang memerlukan perawatan untuk kenyamanan aktivitas masyarakat. Diharapkan OPD terkait dapat segera merealisasikan.
Dikonfirmasi kepada Plt Kadis PU Tarukim Siak Junaidi SE MM yang akrab disapa Anong mengatakan, anggaran untuk perawatan jalan terjadi refocusing atau membatalkan kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak relefan atau dapat ditunda pada periode berikutnya.
‘’Terjadi refocusing anggaran perawatan jalan mencapai 50 persen,’’ jelasnya.
Meski demikian, pihaknya akan segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Jika itu untuk kepentingan masyarakat, pihaknya tentu menjadikannya prioritas.
Pada 2025 ini, ada lima wilayah pemeliharaan untuk 237 kilometer jalan yang akan dilakukan perbaikan. Lima wilayah itu adalah, Siak dan Mempura, Dayun, Koto Gasib, Lubuk Dalam dan Kerinci Kanan, Tualang, Sungai Mandau, Bungaraya, Pusako, Sabak Auh, Sungai Apit, Minas dan Kandis.(mng)
Editor : Arif Oktafian