SIAK (RIAUPOS.CO) - Dua ekor sapi milik Suhadi (46) warga RT 08 RW 04, Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit ditemukan mati dengan kondisi bekas dimangsa harimau pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Dijelaskan Penghulu atau Kepala Desa Mengkapan Muhir, sejak beberapa hari terakhir, warga memang ada melihat sekilas harimau melintas di sekitar Pelabuhan Tanjung Buton.
Beberapa pemilik kedai juga sempat melihat, namun tidak terlalu peduli, karena di sekitar semak. Jadi menduga hanya salah lihat.
Namun, dengan ditemukannya dua ekor sapi milik Suhadi mati dimangsa harimau. Suasana Kampung Mengkapan pun menjadi mencekam.
Diceritakan Muhir, pada Sabtu (24/5/2025) pukul 16.30 WIB, Suhadi pergi ke kebun untuk melihat sapi miliknya yang diikat. Namun, Suhadi tidak menemukan sapinya.
Suhadi tidak khawatir, sebab biasanya sapi paling jauh bermain di kumpai. Kumpai adalah semak yang dulu ditumbuhi tanaman pakis.
Kumpai itu berada di tepi laut, dan posisinya paling ujung. Sekitar 300 sampai 500 meter dari perkampungan. Karena sudah senja, Suhadi memilih pulang, karena yakin sapinya tidak mungkin hilang.
Selang dua hari, pada Senin (26/5/2025) sekitar pukul 10.00 WIB, warga menemukan dua ekor sapi itu sudah mati di kumpai, tidak jauh dari kebun Suhadi, di mana Suhadi mengikatnya.
Bersama warga, perangkat desa, dan Bhabinkamtibmas, Suhadi bergegas ke lokasi di mana sapi ditemukan sudah mati. Di lokasi itu juga ditemukan jejak kaki harimau.
“Satu ekor sapi isi perutnya sudah terburai, satu ekor lagi masih utuh, namun lehernya patah diduga oleh harimau, karena ditemukan jejaknya di sekitar lokasi ditemukan sapi itu,” jelas Muhir.
Selanjutnya temuan itu dilaporkan ke Kapolsek Sungai Apit AKP RInaldi, dan kepada Camat Tengku Mukhtasar.
“Kami khawatir atas keselamatan warga, makanya kami mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati saat memanen tandan buah segar kelapa sawit, dan jangan pergi ke kebun sendirian, serta hindari keluar rumah saat senja atau malam hari,” kata Muhir.
Sementara Kapolsek Rinaldi mengatakan, dia sudah berkoordinasi dengan BPBD Siak dan BBKSDA Provinsi Riau. Hal ini dilakukan sebagai prosedur dan langkah antisipasi.
“Kami tidak ingin ada korban jiwa, makanya kami gerak cepat berkoordinasi, agar dilakukan langkah cepat mitigasi,” kata Kapolsek Rinaldi.
Harimau muncul di Mengkapan merupakan kali pertama. Sebab Mengkapan adalah wilayah Pelabuhan Tanjung Buton, suasananya selalu ramai dan banyaknya aktivitas di sana.
Sebelumnya atau selama ini, harimau muncul di wilayah Kampung Sungai Rawa, Penyengat, dan Teluk Lanus, ketiganya masih wilayah Kecamatan Sungai Apit.
Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar mengatakan tahap awal, dia melakukan koordinasi dengan BBKSDA adab BPBD Siak, dalam mengambil langkah strategis agar tidak timbul korban jiwa.
“Kami tidak tahu apakah harimau masih berkeliaran di sana, atau sudah pergi. Kepala Desa Muhir sudah berkoordinasi kepada warganya agar lebih berhati hati saat ke kebun. Serta menghindari keluar rumah saat senja ataupun malam hari,” ujarnya.
Plt Kalaksa BPBD Siak H Heriyanto SH mengatakan saat ini kemarau. Turunnya harimau ke permukiman bisa saja terkait hal itu. Mereka kehabisan mangsa untuk dimakan, serta haus karena beberapa parit dalam keadaan kering.
“Semoga segera ada solusi, sehingga terhindar korban jiwa. Warga kami harapkan dapat selalu waspada,” ucap Kalaksa Heriyanto.(mng)
Editor : Edwar Yaman