SIAK (RIAUPOS.CO) -Sedikitnya 2.000 massa merangsek masuk ke perkantoran, perumahan, dan barak PT Seraya Sumber Lestari (SSL) yang berada di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Rabu (11/6) pukul 10.00 WIB. Konflik dipicu karena perusahaan menanam sawit di lahan yang diakui milik warga.
Saat Riau Pos tiba di TKP, mulai dari gerbang masuk, aroma asap menyeruak.
Pos yang terbuat dari peti kemas hangus, klinik berbentuk rumah di belakang pos juga terbakar.
Di samping klinik ada perumahan karyawan di luar perkantoran, kompleks perumahan karyawan, dan barak luluh lantak oleh api.
Tim Damkar turun lebih awal beberapa saat setelah barak dilaporkan Kabagops Polres Siak Kompol Didi Antoni dilalap api.
Tak berselang lama, Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra, Dandim 0322/ Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho, dan Bupati Siak Afni Z tiba di lokasi.
Suasana masih riuh, sebab massa aksi masih berada di sekitar lokasi.
Informasi akan adanya dugaan penganiayaan di wilayah Merempan Hulu membuat massa aksi bergerak ke Merempan Hulu. Terlihat di samping pos satu unit mobil patroli hangus.
Demikian tujuh pintu rumah karyawan di sisi kanan juga hangus, termasuk dua unit mobil yang diparkir di garasi rumah. Lebih ke atas, bagian belakang komplek juga api di rumah masih menyala, termasuk mobil karyawan.
Di bagian depan, barak pekerja delapan pintu remuk dan motor yang ada di dalamnya hangus terbakar. Totalnya 16 bangunan dan 5 mobil, serta belasan motor diibakar.
Karyawan PT SSL asal Besitang, Langkat, Sumatera Utara yang tak bisa membendung air matanya. Tak hanya sepeda motornya yang hangus terbakar, tapi juga ijazah dan bajunya ikut menjadi abu.
“Yang tinggal hanya baju di badan,” kata Ahmad sambil mengusap air matanya.
Sambil mengusap air matanya, Ahmad mengatakan, dia sedang bekerja di bagian laboratorium, tiba tiba massa merangsek masuk.
“Kami seluruh karyawan berhamburan menyelamatkan diri ke kebun sawit. Saat kembali, mess, perkantoran, dan tempat tinggal karyawan sudah terbakar,” ucapnya.
Ada juga karyawan kontrak yang terpaksa menahan pilu karena cincin tunangannya hilang. Saat kamarnya terbakar, dia sedang sarapan. Dia tak bisa menyelamatkan barang barangnya.
Bahkan cincin tunangannya tak dia temukan. Dia menduga ada yang mengambil sesaat kamarnya belum terbakar. Ada enam mobil yang terbakar, di antaranya bus dan belasan sepeda motor.
Bupati Siak Afni tiba di lokasi dielu-elukan oleh massa aksi. Bersamanya ada Dandim 03/22 Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho, Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra. Mereka berhasil meredam amarah warga.
‘’Tadi (Rabu, red) sedang rapat RPJMD, bagaimana menyelamatkan setiap rupiah uang rakyat Siak. Dapat kabar di sini terjadi bakar bakaran,’’ ujar bupati.
“Hari ini (Rabu, red) di samping saya ada Dandim dan Kapolres. Saya turun langsung, tandanya kami ada bersama masyarakat. Kami minta tolong tidak juga sampai begini,’’ tambahnya.
Afni menegaskan dalam visi misi Afni-Syamsurizal memperjuangkan hak hutan tanah rakyat menjadi visi misi utama mereka.
‘’Makanya ada di sini, yang diperjuangkan itu sawit lama. Bagaimana kriterianya nanti sesuai undang undang yang ada,’’ ujarnya.
‘Dengan begitu jangan sampai ada penumpang gelap. Kalau bupati yang baru ini mau membela kalian tolong jangan anarkis. Tapi ini, sinyal perlawanan rakyat semuanya sudah kami terima dan biarkan kami yang meneruskannya ke dalamnya,” tegas Afni.
Sementara itu, Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra menjelaskan, belasan motor terbakar dan pihaknya melakukan penyelidikan, serta menempatkan personelnya dan Brimob untuk mencegah terulang kembali.
Seorang satpam PT SSL bercerita, awalnya melihat ramai yang datang, lalu semakin banyak sampai seluruh jalan penuh massa.
”Kami semua kabur menyelamatkan diri. Jadi tidak tahu siapa yang membakar,” katanya.
Di sisi lain hingga pukul 23.00 WIB, ratusan warga masih berkumpul di Simpang Pasar Tumang. Seorang warga bernama Trimo berharap persoalan itu segera selesai sehingga aktivitas kembali seperti semula.
“Persoalan ini kami harapkan dapat segera ada titik terang, sehingga warga dapat berdampingan dengan perusahaan,” katanya.
Sementara Manajer PT SSL yang akrab disapa Siregar dihubungi ponselnya belum menjawab.(mng)
Editor : Bayu Saputra