SIAK (RIAUPOS.CO) - Blok D, Kompleks PT Seraya Sumber Lestari (SSL) yang berada di Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak dijaga ketat oleh personel Polres dan Brimobda Siak sejak Rabu (11/6/2025) sampai Kamis (12/6/2025) siang.
Pengamanan dimaksimalkan di sejumlah titik, terutama di gerbang masuk. Situasi terkini setelah aksi pembakaran aset perusahaan oleh ribuan massa berupa bangunan, baik kantor maupun tempat tinggal karyawan, klinik dan mes, serta sejumlah mobil dan belasan motor, sudah diberi garis polisi.
Namun, pantauan di Simpang Empat Pasar Tumang pada Rabu (11/6/2025) malam sampai Kamis (12/6/2025) dini hari, ratusan warga memarkirkan motornya motornya di tepi jalan terlihat berjaga-jaga.
Baca Juga: Lobi Gubri Berhasil, Kemendikdasmen Setujui Revitalisasi Sekolah
Di sekitar pasar itu juga ada kelompok kelompok warga yang duduk berkelompok sambil berbincang perihal kejadian pembakaran siang harinya.
Seorang warga Tumang bernama Ivan mengatakan, dia ikut membantu melakukan evakuasi terhadap karyawan perempuan dan anak anak saat situasi sangat mencekam.
Ada perempuan yang sembunyi di mobil dan dia berhasil diselamatkan karena sudah pucat dan terlihat mulai lemas.
“Saya naikkan mereka ke ambulans, lalu membawa mereka ke pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.
Sebenarnya hal ini terjad karena karena ketidakhadiran perwakilan Humas PT SSL dalam mediasi lanjutan yang dijadwalkan pada pukul 10.00 WIB.
Ketidakhadiran tersebut dinilai sebagai bentuk ketidakpedulian perusahaan terhadap aspirasi masyarakat.
Massa merangsek masuk dan situasi benar benar mencekam. Ledakan berdentam dentum dari tabung gas yang terbakar, lalu meledak.
Massa massih bisa mengontrol kekecewaan, sebab ada mobil tangki berisi minyak dibiarkan begitu saja. Jika itu ikut dibakar, akan banyak yang hancur kena ledakannya.
Dan aksi itu tidak hanya dilakukan warga Tumang saja, tapi Merempan Hulu dan Lubuk Jering. Sepertinya mereka sudah lelah hanya mendapat janji tanpa ada solusi. Makanya jumlah massa aksi sampai ribuan.
Jangan lagi melanjutkan tindakan anarkis dan percayakan penyelesaian konflik kepada pihak berwenang.
Garis polisi yang ada di setiap titik yang terbakar dan mengalami kerusakan sebagai upaya tindak lanjut dan penyelidikan.
“Kami paham ada kekecewaan masyarakat, namun tindakan anarkis bukan solusi. Percayakan penyelesaian melalui jalur hukum dan mediasi resmi. Kami Polres Siak siap mengawal proses ini agar adil dan terbuka,” tegas Kapolres Siak Eka.
Kapolres Siak minta warga tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan menahan diri agar tidak terjadi aksi susulan yang dapat merugikan semua pihak.(mng)
Editor : Edwar Yaman