SIAK (RIAUPOS.CO) - Penanganan kasus konflik PT SSL dengan masyarakat saat ini dilakukan di Direktorat Reskrimum Polda Riau dan penahanannya dilakukan di Polda Riau juga. Demikian dikatakan Kapolres AKBP Eka Ariandy Putra SIK MSI.
Dijelaskan Kapolres Eka Ariandy Putra, kondisi terkini di Desa Tumang, khususnya di PT SSL saat ini masih dilakukan pengamanan dari Polres Siak, Polsek Rayonisasi dari beberapa Polsek jajaran Siak, serta BKO Brimob Polda Riau.
Polres Siak juga memploting pengamanan dengan menempatkan personel di Polsek Siak. Polres Siak mengantisipasi pasca telah diamankan beberapa pelaku anarkisme, pembakaran dan pengrusakan di PT SSL
Baca Juga: Speedboat dari Malaysia Karam di Tengah Laut, 32 PMI Ilegal Diselamatkan Nelayan Rupat
"Jumlah yang ditahan saat ini, bukan 6 tapi 5 orang," kata Kapolres Eka.
Namun, sebut Kapolres Eka Ariandy Putra, personel Reskrim Polres dan Jatanras Polda Riau tetap melakukan pengembangan terhadap para pelaku anarkis tersebut.
"Untuk pelaku anarkisme, pembakaran dan pengrusakan di PT SSL, saat ini msih dalam proses pendalaman dan penyelidikan para pelaku lainnya," sebut Kapolres Eka Ariandy Putra.
Penegakan hukum persoalan ini, ditegaskan Kapolres Siak, tidak ada intervensi, dan kepentingan dalam proses penegakan hukumnya.
Sementara salah seorang warga di Tumang bernama Ivan, mengatakan kondisi di Tumang saat ini, masih berjalan normal seperti biasa. Namun, warga masih ada juga yang berkumpul dan berdiskusi di sejumlah titik.
"Pembahasan warga seputar orang-orang yang sudah diperiksa dan sebagian lainnya ditahan," sebutnya.
Editor : Edwar Yaman