TUALANG (RIAUPOS.CO) - Warga Kampung Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak mendadak menjadi heboh dan gempar. Pasalnya, seorang warga yang diketahui bernama Hamzah, nyaris meregang nyawa setelah diserang seekor buaya saat hendak mencari kayu pancang di dekat areal PT SIR Perawang Kecamatan Tualang, Kamis (17/6/2025) sekitar pukul 07.45 WIB.
Informasi yang berhasil dirangkum Riaupos.co dari warga setempat dan pihak kepolisian menyebutkan bahwa, penyerangan hewan amphibi bernama latin crocodylus porosus itu berawal saat Hamzah berangkat untuk membersihkan kebun sawit milik orang lain dengan mengunakan sampan.
Namun, saat Hamzah telah sampai di darat dan bergerak menuju kebun sawit setelah melewati sungai lukut yang terkenal banyak aligator ganas tersebut, tiba-tiba seekor buaya menerkam korban.
Beruntung nelayan ini membawa parang, sehingga korban memberikan perlawanan yang membuat buaya itu melepaskan gigitannya dari tubuh korban.
Meski berhasil selamat dari maut, namun Hamzah mengalami luka-luka. Dengan tenaga yang tersisa, Hamzah lalu berteriak meminta pertolongan. Sehingga seorang warga bernama Abu yang saat itu melintas dikebun tersebut, langsung membantu korban dengan membawanya ke RSUD Perawang - Siak.
"Ya, korban saya temukan dengan kondisi penuh luka akibat serangan buaya," terang Abu.
Diungkapkan Abu bahwa, Hamzah ini merupakan pekerja serabutan, terkadang mencari ikan atau Nelayan, terkadang membersihkan kebun warga.
"Pak Hamzah melawan Aligator ganas itu, menggunakan perang, setelah lepas dia mengayuh sampan menuju Kampung Maredan, setelah sampai dikampung ini, dia minta tolong ke warga, langsung warga menolongnya dan membawa Pak Hamzah kerumah sakit," paparnya.
Di tempat terpisah, Penghulu Kampung Maredan Muhammad Idris membenarkan bahwa ada warganya dicabik buaya, kaki dan tangan mengalami robek.
"Ya benar, kaki dan tangan kono gigit, sudah dibawah ke RSUD Tualang," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Tualang Dr Aulia Kalista mengatakan bahwa, korban yang diterkam sudah ditangani dengan baik.
"Sudah ditangani tim medis kita. Di mana kaki dan tangan korban mengalami robek karena digigit buaya. Dan yang paling parah dikaki, maka kita tangani secara intensif, " tuturnya.
Menanggapi adanya insiden penyerangan aligator tersebut, Kapolsek Tualang Kompol Hendrix SH MH mengatakan bahwa Hamzah (68) hendak mencari kayu pancang ke kebun sawit warga bernama Supono dekat Sungai Lukut Kampung Maredan.
Awalnya, Hamzah melakukan aktivitas menjaring ikan dan mencari pancang jala ikan di areal kebun milik Supono di Sei. Lukut Kampung Maredan Kecamatan Tualang yang berjarak 10 meter dari sungai.
Pada saat korban mencari kayu untuk membuat pancang untuk memasang jaring ikan di lokasi, tiba-tiba korban langsung digigit oleh seekor buaya sungai sepanjang 3 meter dari jenis buaya ikan (mulut panjang) dari arah sebelah kiri.
Buaya tersebut langsung menggigit kaki dan tangan kiri korban dan pada saat digigit buaya tersebut menggoyang serta menghempaskan korban.
Kemudian korban berusaha untuk melepaskan gigitan buaya dengan membacok kepala buaya tersebut sehingga buaya itu melepaskan gigitannya.
"Setelah itu korban merangkak menuju perahu untuk mencari pertolongan warga, sedangkan buaya tersebut masih masih berada di seputaran lokasi, Warga yang menemukan korban langsung menghubungi ambulans dan dibawa ke RSUD Tualang," jelasnya.
Lanjut Kapolsek, setelah mendapat penanganan pertama oleh perawat RSUD Tualang, kemudian korban langsung dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Kota Pekanbaru untuk penanganan lebih lanjut.
"Saat ini korban dalam perjalanan menuju ke RSUD Arifin Achmad. Kepada masyarakat yang melakukan aktivitas diareal sungai diminta hati hati dan waspada, jangan sampai terulang lagi kejadian yang menimpa," tutupnya. (amn)
Editor : M. Erizal