Bicara ketahanan pangan, bicara sinergisitas, semua elemen diharapkan dapat bersinergi mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Siak, dengan cara memulai dari hal-hal sederhana. Memanfaatkan lahan, lingkungan sekitar rumah, sempadan dan teras rumah, menjadi langkah awal yang baik. Sekecil apapun tempatnya, diharapkan semua dapat berkontribusi.
Ketua DPRD Siak Indra Gunawan yang akrab disapa Ngah Ige itu pernah melihat warga di suatu kompleks perumahan menanam seledri di pot-pot yang terlihat subur dan kapan saja bisa diambil. Ada juga yang menanam lengkuas, serai, di sempadan.
Kreativitas itu perlu ditiru dan dibudayakan oleh setiap keluarga. Dan semua itu perlu dorongan dari perangkat kampung, RT, RW, penghulu dan camat. Saatnya memulai, karena kondisi yang terus berubah-ubah akan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Masyarakat saatnya bangkit, singsingkan lengan baju, mulailah dari hal-hal sederhana. Jika dilakukan secara terpadu, akan berdampak luas, dan sangat luar biasa hasilnya.
“Gerakan menanam dan memanfaatkan pekarangan rumah mari kita mulai lagi,” ajak Ketua Indra Gunawan.
Dengan kerendahan hati, Ketua Indra berucap, dia bukan menggurui, hanya ingin mengajak untuk bangkit bersama, dari hal-hal sederhana.
“Saya lahir dari rakyat, saya ingin terus berkontribusi untuk rakyat, dengan bangkit bersama, memulai dari hal sederhana,” ucap Ketua Indra.
Ketua Indra Gunawan memiliki kegelisahan atas atas kondisi keuangan daerah, sementara banyak yang mesti dibayarkan, dan banyak juga yang belum terbayarkan. Sebentar lagi dilakukan pembahasan APBD. Sebagai Ketua DPRD Siak, Ketua Indra Gunawan mesti bisa membaca situasi, melihat kondisi masyarakat, sehingga benar saat mengambil kebijakan. Setelah pembahasan anggaran perubahan, dilanjutkan dengan pembahasan APBD murni, dan dengan situasi saat ini, semua mesti dilakukan dengan sangat berhati-hati, dan dengan hati.
“Kami dalam hal ini, ingin selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat, sehingga semua berjalan seirama,” kata Ketua Indra.
Setiap anggaran yang diajukan OPD, jika tidak untuk kepentingan masyarakat, dicoret dan diminta revisi. Keberadaan OPD, sepenuhnya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan masyarakat memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan terbaik dari setiap OPD. Makanya koordinasi, tak henti dilakukan. Di tengah kondisi saat ini, sinergisitas menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam membangun Kabupaten Siak, dimulai dari ketahanan pangan.(adv)
Editor : Arif Oktafian