Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Waspada Masuki Musim Peghujan! Dua Pekan, Ada Empat Kasus DBD di Kecamatan Siak

Monang Lubis • Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:45 WIB
Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD )
Ilustrasi Demam Berdarah Dengue (DBD )

SIAK (RIAUPOS.CO) - Dalam dua pekan, ditemukan empat kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Siak. Demikian dikatakan Kepala Puskesmas Kecamatan Siak Zulfikar M Ali SKM.

Disebutkan Zulfikar, temuan kasus DBD Oktober ini di wilayah kerja Puskesmas Siak, Jumat (3/10) ada satu Tumang, Sabtu (4/10) ditemukan satu di Kampung Dalam, Senin (6/10) ditemukan satu Kampung Rempak, serta pada Jumat (10/10) ditemukan di Tumang.

Jumlah ini bisa dikategorikan tinggi kasusnya. Hanya saja, melihat dari lihat kasus yang ada, perlu waspada memasuki bulan-bulan musim penghujan seperti ini.

“Sejatinya yang rawan DBD sebenarnya di daerah perkotaan atau kelurahan dengan kepadatan penduduk,” kata Zulfikar, Rabu (15/10/2025) siang.

Di kampung jika masyarakatnya peduli lingkungan sekitar, terutama rumah maka kasus DBD bisa dicegah dan ditekan. Tapi jika kepedulian masyarakat kurang, apalagi lingkungan rumahnya sendiri kumuh, maka risiko DBD juga sama seperti di perkotaan.

“Untuk di Kecamatan Siak biasanya yang rawan dan sering ada kasus DBD di Kelurahan Kampung Dalam dan Kelurahan Kampung Rempak,” ucap Zulfikar.

Hal ini perlu menjadi perhatian bersama, pencegahan DBD dapat dilakukan dengan beberapa langkah utama yang fokus pada mengendalikan nyamuk Aedes aegypti, penyebab DBD, dan melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Lakukan gerakan 3M Plus, cara paling efektif dan dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Menguras tempat penampungan air secara rutin, bak mandi, ember, drum. Menutup rapat tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat bertelur.

Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air, berupa kaleng, botol, ban bekas, dan sebagainya.

Plusnya, menaburkan larvasida (Abate) pada tempat air yang sulit dikuras. Memelihara ikan pemakan jentik, misalnya ikan cupang atau ikan kepala timah.

Memasang kawat kasa di jendela dan ventilasi. Menggunakan kelambu saat tidur. Menghindari menggantung pakaian terlalu lama di dalam rumah, karena bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.

“Untuk perlindungan diri, gunakan lotion atau semprotan anti nyamuk,” kata Zulfikar.

Kenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, terutama pada pagi dan petang, waktu aktif nyamuk Aedes. Pasang kelambu atau kipas angin di kamar tidur. Gunakan obat nyamuk elektrik atau semprotan insektisida secara berkala.

Pentingnya lingkungan bersih. Pastikan saluran air lancar dan tidak ada genangan. Bersihkan taman, pot bunga, dan talang air secara rutin. Timbun atau buang barang bekas yang bisa menampung air hujan. Lakukan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal seminggu sekali.

“Jika ada anggota keluarga yang demam tinggi mendadak selama 2–7 hari, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” pesan Zulfikar.

Jangan menunggu timbulnya bintik merah untuk berobat. Catat dan laporkan jika ada kasus DBD di sekitar lingkungan agar fogging dapat dilakukan oleh petugas.(mng)

Editor : Edwar Yaman
#kecamatan siak #kampung dalam #kasus dbd #kampung rempak