SIAK (RIAUPOS.CO) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Riau (UIR) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), dosen-dosen kedua fakultas tersebut hadir di Rumah Madu Kelulut Nirwana, Desa Merempan, Kabupaten Siak, Senin (3/11/2025) untuk memberikan edukasi bagi pelaku usaha madu lokal.
Kegiatan yang diikuti sekitar 20 peserta ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 14.00 WIB dan diisi oleh tiga pemateri dari UIR. Materi pertama disampaikan oleh Dr Hj Eva Sundari SE MM dari FEB UIR dengan topik “Strategi Penjualan Madu Melalui Re-Packaging pada Usaha Madu Kelulut Nirwana.”
Eva menjelaskan pentingnya inovasi dalam kemasan produk sebagai langkah awal untuk meningkatkan daya tarik dan nilai jual madu kelulut di pasaran.
Materi kedua dibawakan oleh Yuliana Indah Sari SH MH dari FH UIR dengan tema “Pentingnya Pendaftaran Hak Merek pada Usaha Madu Nirwana.” Ia menekankan bahwa kepastian hukum terhadap merek menjadi hal mendasar agar produk lokal memiliki identitas yang kuat serta terlindungi dari plagiasi.
Sementara itu, Arie Yusnelly SE MM dari FEB UIR mengisi sesi ketiga dengan materi “Edukasi Manajemen SDM melalui Budidaya Madu Kelulut untuk Menambah Penghasilan Keluarga.” Ia mengajak peserta untuk melihat budidaya madu tidak hanya sebagai pekerjaan sambilan, tetapi juga sebagai peluang ekonomi yang dapat memperkuat kesejahteraan rumah tangga di desa.
Menurut Dr Hj Eva Sundari, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kapasitas SDM para petani madu di Siak, terutama dalam hal strategi penjualan dan penguatan merek. “Kami berharap setelah kegiatan ini, peserta mampu menciptakan identitas merek sendiri, meningkatkan kemampuan pemasaran, serta mengelola usaha secara lebih profesional,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini digelar di Desa Merempan karena daerah tersebut memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya madu kelulut. Namun, masih ada keterbatasan dalam pengetahuan manajemen usaha dan strategi pemasaran.
“Dengan edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat agar lebih siap bersaing dan produk Madu Kelulut Nirwana semakin dikenal luas,” tambahnya.
Melalui kegiatan PKM ini, UIR berupaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan masyarakat desa. Harapannya, usaha madu kelulut di Siak tak hanya berkembang secara produksi, tetapi juga mampu bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan dengan dukungan pengetahuan dan manajemen yang lebih baik. (rls/van)
Editor : M. Erizal