SIAK SRI INDRAPURA (RIUAPOS.CO) - RIKA, seorang guru PNS yang telah mengabdi sejak 2014, membuktikan bahwa inovasi dan relevansi adalah kunci untuk mengatasi kesulitan belajar numerasi. Berbekal pengalaman mengajar 11 tahun, ia membalikkan stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang membosankan dan sulit.
’’Dulu, anak-anak terlihat malas saat mendengar kata matematika. Sekarang, mereka justru sangat antusias dan selalu menunggu sesi ini. Ada energi positif yang membuat belajar itu ‘’nagih’’, ujar Rika, kemarin.
Kunci Skill Unlocked dari Tanoto Foundation
Titik balik utama dalam karir Rika adalah keterlibatannya sebagai Fasilitator Daerah (Fasda) Tanoto Foundation. Peran ini memberikan penguatan signifikan dalam kompetensinya, terutama dalam mengimplementasikan kerangka pembelajaran aktif mengalami, interaksi, komunikasi, refleksi (Mikir).
’’Pelatihan dari Tanoto Foundation tidak hanya memberi teori, tetapi praktik langsung yang memperkuat keyakinan saya untuk berpikir out of the box,’’ jelas lulusan PGSD ini.
Kuncinya adalah mengubah mindset guru. ’’Kita tidak boleh menempatkan siswa sebagai penerima pasif. Libatkan mereka, karena pembelajaran harus tumbuh sesuai dengan perkembangan zaman,’’ katanya.
Inovasi Pembiasaan
Untuk mengatasi tantangan dasar numerasi, seperti menghafal perkalian yang kerap cepat terlupakan, Rika memperkenalkan serangkaian pembiasaan pagi yang unik dan interaktif. Pertama, sarapan perkalian (keripik matematika). Siswa diajak bermain menggunakan media yang berisi keripik perkalian. Metode ini mengganti rutinitas menghafal dengan permainan yang menyenangkan, memastikan konsep dasar tertanam kuat.
Kedua, baris suit literasi numerasi. Aktivitas ini digunakan untuk mengawali hari dengan stimulasi numerik ringan. Ketiga, balap perkalian. Kompetisi sehat untuk mengasah kecepatan dan akurasi berhitung dasar.
Inovasi ini disinergikan dengan program sekolah, termasuk inisiasi ‘’Taman Numerasi’’, yang menjadi ruang belajar kontekstual di luar kelas.
Rika berpegangan pada prinsip bahwa matematika harus terkait erat dengan kehidupan nyata. Salah satu praktik baik unggulannya adalah unit pembelajaran ‘’Aku Arsitek Cilik’’, memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah sebagai media belajar, karena alam sudah menyediakan berbagai sumber belajar yang tersedia di lingkungan sekolah.***
Laporan EKA GUSMADI PUTRA, Siak Sriindrapura
Editor : Arif Oktafian