Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dermaga Pelabuhan KITB Tiba-Tiba Ambruk sepanjang 50 Meter, Satu Unit Mobil Ikut Jatuh Bersama Reruntuhan, Ini Kronologinya

Monang Lubis • Selasa, 6 Januari 2026 | 06:55 WIB

Dermaga pelabuhan dengan lebar 10 meter, panjang sekitar 220 meter di Kawasan Industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ambruk sepanjang 50 meter, Senin (5/1/2026) malam.
Dermaga pelabuhan dengan lebar 10 meter, panjang sekitar 220 meter di Kawasan Industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, ambruk sepanjang 50 meter, Senin (5/1/2026) malam.

SIAK (RIAUPOS.CO) - Dermaga Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak runtuh atau rubuh pada pukul 15.44 WIB. Nahas, satu unit mobil ikut jatuh bersama runtuhnya dermaga, sementara tiga unit lainnya masih berada di seberang, terpisah.

Pantauan di lapangan, pelabuhan itu berbentuk T, dan yang patah di bagian ujung jika berjalan dari pangkal, sementara bagian yang melintang terpisah. Pelabuhan yang patah sekitar 50 meter.

Disebutkan Andi Putra dari KSOP, penanggungjawab pelabuhan KITB, dermaga memang sudah melengkung sejak Juni lalu, dan pihaknya sudah menyurati Kementerian Perhubungan.

Survei setiap hari dilakukan, pengecekan perlu dibuktikan secara teknis, tidak cukup hanya dengan foto dan video.

"Kami minta pusat, timnya agar turun, tapi ternyata sudah keburu rubuh," katanya.

Sejam setengah sebelumnya, atau pada pukul 13.30 WIB, baru selesai dilakukan pemeriksaan oleh Tim KSOP Sungai Pakning.

Terkait patahnya trestel Pelabuhan Tanjung Buton di KITB dibenarkan oleh Kepala Kantor Syahnadar dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Tanjung Buton, Kapten Pujo Junianto.

Disebutkannya, kejadian patahnya trestel pada pukul 15.44 WIB pada saat kegiatan pemeriksaan selesai, kegiatan selesai pukul 14.35 WIB.

"Kejadianya secara tiba-tiba, dan kami.lega tidak ada korban jiwa ataupun muatan cangkang yang jatuh ke laut," ucapnya.

Sebenarnya kondisi kerusakan atau kemiringan trestel pelabuhan sudah terjadi sejak lama.

"Saat saya menjabat sebagai kepala KSOP Mei 2025 lalu, saya langsung melaporkan kondisi tersebut ke Dirjen Hubla untuk minta arahan dan petunjuk lebih lanjut," jelasnya.

Sementara menunggu evaluasi dari kantor pusat, KSOP Tanjung Buton melakukan mitigasi terhadap kegiatan yang berlangsung di pelabuhan dengan mengurangi 50 persen volume muatan truk yang melintas di trestel, jalan dibuat one way dengan titik berat di sebelah kanan, melakukan koordinasi dengan semua pelaku usaha untuk beralih menggunakan konveyor atau pindah ke pelabuhan lain.

"Dengan demikian kelancaran kegiatan logistik dipelabuhan bisa terus berjalan," jelasnya.

Dan KSOP juga telah mengeluarkan pengumuman kepada semua unsur pelabuhan terhadap mitigasi tersebut.

Berdasarkan rapat terakhir dengan kantor pusat di akhir November 2025, bahwa info dari kantor pusat akan dilaksanakan DED pelabuhan pada 2026, sebelum dilakukan perbaikan.
"Melihat kondisi sekarang ini, untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Tanjung Buton dihentikan sambil menunggu investigasi dari kantor pusat," katanya.

Dan bagi pelaku usaha yang sudah terjadwal kapalnya masuk di Tanjung Buton, dengankondisi forcemajor seperti ini agar mengalihkan kegiatannya di pelabuhan terdekat.

Ditambahkan Andi Putra Penanggung jawab Pelabuhan KITB, asosiasi pengusaha cangkang akan memikirkan solusi, agar mereka tetap bisa memuat cangkang, karena semua sudah terjadwal.

Mereka akan bersurat ke Kementerian Perhubungan perihal ini, sebab jika tidak gerak cepat dampak yang ditimbulkan luar biasa.

Bupati Siak Afni yang turun meninjau dermaga pelabuhan di KITB bersama Ketua DPRD Indra Gunawan, Wabup Syamsurizal, Kadishub Junaidi, anggota DPRD Sujarwo, dan Alfitra, Camat Tengku Mukhtasar, Kapolsek, dan Ketua DPC LLMB Sungai Apit Panglima Muda Yanto, sekitar pukul 20.00 WIB.

Pelabuhan gelap, hanya ada beberapa lampu, sehingga menyulitkan pengambilan gambar rombongan.

Bupati Afni sempat mempertanyakan apakah pernah dilakukan perawatan dari sejak dibangun pada 2013 sampai 2016. Bupati Afni berencana ke Kementerian Perhubungan, karena bersamaan ada keperluan lainnya ke Jakarta.

Pelabuhan ini pengelolaannya oleh KSOP Kelas II Tanjung Buton, Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024. Sebelumnya memang pernah disewakan pada salah satu BUMD yakni PT Samudera Siak (SS).

"Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD PT SS, telah menjadi bahan evaluasi di awal masa jabatan kami yang dimulai tanggal 4 Juni 2025," kata Bupati Afni.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara sirkuler pada Selasa, 5 Agustus 2025, para pemegang saham, yakni PT Sarana Pembangunan Siak (SPS) dan PT Siak Pertambangan dan Energi (SPE), telah resmi memberhentikan jajaran Direksi dan Komisaris PT SS yang lama secara tidak hormat, sekaligus mengangkat pengurus baru.

"Keputusan tegas ini diambil menyusul kinerja buruk Direksi perusahaan yang kami nilai lalai dalam menjaga potensi penting daerah," terang Bupati Afni.

Dengan jajaran komisaris dan direksi Direksi yang baru, pihaknya saat ini terus berjuang kembali mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Perhubungan, untuk izin pengelolaan kawasan strategis Pelabuhan Tanjung Buton.

"Bahkan kami dibersamai oleh Ketua DPRD Siak beberapa waktu lalu telah langsung datang ke Kemenhub untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak insya Allah mampu mengelola pelabuhan KITB bilamana diberi kepercayaan (lagi)," terang Bupati Afni.


Ini tentu bukan kerja mudah dan butuh dukungan semua pihak, apalagi setelah kejadian ambruknya dermaga pelabuhan hari ini yang disebut Kepala KSOP akibat kelalaian Direksi bertahun-tahun lalu.

Pelabuhan KITB merupakan salah satu proyek strategis daerah yang diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Semoga kejadian ambruknya dermaga pelabuhan ini dapat segera ditangani dengan baik oleh para pihak, karena sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kami juga sangat bersyukur dari peristiwa hari ini tidak ada korban luka, maupun korban jiwa.

Semoga segera ada solusi cepat, sebab dampaknya akan sangat luas, tidak hanya bagi pengusaha tapi juga bagi tenaga kerja lokal yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pelabuhan.

Ketua DPRD Indra Gunawan akan mengawal dan mengawasi perihal dampak rubuhnya pelabuhan bagi tenaga kerja yang kebanyakan warga tempatan.(mng)

Editor : Edwar Yaman
#bupati siak #KITB #dermaga pelabuhan ambruk #dermaga pelabuhan #kawasan industri tanjung buton #siak