SIAK (RIAUPOS.CO) -- Jatuhnya belasan murid SD dari Lantai 2 Tangsi Belanda pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, karena lantai yang terbuat dari papan rubuh, membuat Disbudparpora mengambil sikap.
Dikatakan Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Syafrizal, musibah ini mesti disikapi dengan sangat serius.
Mencegah terjadinya kejadian yang sama, disebutkan Syafrizal, untuk sementara pihaknya akan menutup destinasi wisata unggulan Tangsi Belanda, Istana Asserayah Alhasyimiah, dan Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balarung Sri.
"Kami akan koordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak," kata Syafrizal. Disebutkan Safrizal, nantinya TACB yang memeriksa kelayakan bangunan untuk dikunjungi, terutama di bagian lantai dua bangunan.
Pengecekan secara menyeluruh dan berkala penting dilakukan dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung serta bangunan itu sendiri. Setelan dilakukan pengecekan dan dipastikan aman, barulah kembali dibuka untuk umum.
Bisa jadi hanya beberapa bagian bangunan saja yang bisa diekspor oleh pengunjung, selebihnya ditutup untuk umum, hal itu bisa saja terjadi.
Makanya per hari ini, Sabtu (31/1/2026), Tangsi Belanda, Istana Asserayah Alhasyimiah, dan Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balarung Sri, ditutup sementara untuk umum.
"Kami menutup sementara ketiga destiansi unggulan sampai ada penjelasan resmi dari TASC, bahwa ketiga bangunan itu aman dikunjungi," katanya.
Editor : Rinaldi