Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Lantai Dua Tangsi Belanda Ambruk, 16 ­Pelajar Terluka

Monang Lubis • Minggu, 1 Februari 2026 | 12:47 WIB
Kondisi lantai dua Tangsi Belanda yang roboh dan menyebabkan 16 murid SDIT jatuh, Sabtu (31/1/2026).
Kondisi lantai dua Tangsi Belanda yang roboh dan menyebabkan 16 murid SDIT jatuh, Sabtu (31/1/2026).

SIAK SRI INDRA PURA (RIAUPOS.CO) - Lantai dua bangunan Tangsi Belanda di Siak runtuh, mengakibatkan 10 anak dan satu guru rombongan study tour dari SDIT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, mengalami luka-luka.


“Papan lantai kayu sejatinya dilihat dari waktu revitalisasi sampai sekarang, mestinya masih kuat. Namun, saat kejadian, belasan orang tertumpu pada satu titik, menyebabkan lantai runtuh. Untuk selanjutnya biarlah pihak kepolisian menindaklanjuti,” ujar Bupati Siak Afni Z, yang memeluk anak anak yang menjalani perawatan di RSUD Tengku Rafian.

“Saya memeluk mereka satu per satu sebagai bentuk pemulihan secara psikis, sekaligus memberikan semangat sebelum orangtua mereka datang,” kata Bupati Afni.

Pemkab Siak menanggung biaya perawatan semua anak, sebagai bentuk tanggung jawab. Data dari Dinas Kesehatan, 16 anak terdampak menjadi korban, 10 dirujuk ke RSUD Tengku Rafi’an, observasi 6 dipulangkan. Satu anak atas nama Keisya Lutfi Latifatunnisa, disebutkan Bupati Afni dirujuk ke RS Arifin Achmad Pekanbaru.

“Tadi saya ikut menemani ananda saat mendapat perawatan medis di RSUD Siak dan kita ingin memastikan kondisi korban secara detail lagi,” kata Bupati Afni.

Rujukan ke RSUD Arifin Achmad dilakukan agar anak benar-benar dalam penanganan maksimal, meski kondisinya sampai sejauh ini masih sangat baik. Lima anak sedang menunggu hasil baca ronsen saat ini. Sebagian besar mengalami cedera di kaki dan kepala. Tiga anak sudah kembali ke rumah, perawatan lanjutan ke PKM terdekat. Satu guru yang juga ikut menjadi korban sudah pulang ke rumah.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama tim medis gerak cepat melakukan tindakan,” kata Bupati Afni.

Bupati Afni mengatakan, pihaknya menutup sementara bangunan bersejarah yang berlantai 2 ini, termasuk istana.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Menteri Kebudayaan atas kondisi bangunan bersejarah di Kabupaten Siak, terutama yang berlantai dua. Kami berharap Pak Menteri dapat segera datang ke Negeri Istana,” jelas Bupati Afni.

Kepala Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisbudparpora) Siak Syafrizal SSos mengatakan, musibah ini mesti disikapi dengan sangat serius. Untuk mencegah terjadinya kejadian yang sama, disebutkan Syafrizal, sementara waktu pihaknya akan menutup destinasi wisata unggulan Tangsi Belanda, Istana Asserayah Alhasyimiah, dan Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balarung Sri.

“Kami akan koordinasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Siak,” kata Syafrizal.

Adapun kronologi kejadian, pada pukul 07.30 WIB rombongan study tour kelas 5 dan 6 SDIT Baitul Ridho Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, berjumlah 55 murid, dan 12 guru, berangkat menuju Tangsi Belanda Jalan Pemuda Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

Sekitar pukul 08.35 WIB, rombongan tiba di Tangsi Belanda. Dipandu oleh pemandu Tangsi Belanda Safrizal, rombongan berkeliling di Kompleks Tangsi Belanda.

“Setibanya di lantai dua bangunan Tangsi Belanda, rombongan memasuki salah satu ruangan di lantai dua. Diduga karena kelebihan kapasitas, lantai bangunan yang terbuat dari papan runtuh, rombongan jatuh dari ketinggian sekitar 4 meter,” terang Safrizal.

Ada 16 yang jatuh bersama seorang guru, namun hanya sembilan yang menjalani perawatan. Adapun korban dalam kejadian, guru Mira Agustina (37), kondisi luka ringan. Sembilan murid, Sapira Zahwa (12), robek di bagian kepala, Rusdatun Nadia (11), luka robek di kening, Haiwa Ruwaida (11), pegal di pinggang kanan, Alifa Nada Wicaksono (11), bengkak telapak kaki kanan, Adelia Dwi Putri (11), biru tangan kanan, Joana Putri (11), nyeri kaki kiri, lecet di lutut, Aura (11), nyeri pinggang kiri dan kanan, Syifa (12), luka robek di bawah bibir dalam dan luar, Keisya Lutfi (12) luka robek di kepala.

“Kami membawa korban ke RSUD Tengku Rafi’an Kabupaten Siak untuk penanganan lebih lanjut,” katanya.

Dia sangat mengkhawatirkan kondisi anak-anak, dan semuanya akan dironsen bagian pinggangnya, agar jelas kondisi semuanya.

“Selain biaya rumah sakit, kami juga akan membantu pemilihan trauma yang mereka alami,” ucapnya.

Disebutkannya, nantinya TACB yang memeriksa kelayakan bangunan untuk dikunjungi, terutama di bagian lantai dua bangunan. Pengecekan secara menyeluruh dan berkala penting dilakukan dalam menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung serta bangunan itu sendiri. Setelah dilakukan pengecekan dan dipastikan aman, barulah kembali dibuka untuk umum.

Bisa jadi hanya beberapa bagian bangunan saja yang bisa diekspor oleh pengunjung, selebihnya ditutup untuk umum, hal itu bisa saja terjadi. Makanya, Sabtu (31/1/2026), Tangsi Belanda, Istana Asserayah Alhasyimiah, dan Balai Kerapatan Tinggi yang kini menjadi Museum Budaya dan Sejarah Siak Balarung Sri, ditutup sementara untuk umum. Pemkab Siak menutup sementara ketiga destinasi unggulan sampai ada penjelasan resmi dari TASC, bahwa ketiga bangunan itu aman dikunjungi.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar SH SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Akira Ceria, SIK MM dan pejabat utama Polres Siak pada pukul 12.30 WIB,meninjau kondisi para korban di RSUD Siak. Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB, Kapolres Siak Sepuh Ade Irsyam bersama Bupati Siak Dr Afni Z SAP MSi dan unsur Forkopimda melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian di bangunan Tangsi Belanda.

Kapolres Sepuh Ade Irsyam menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, serta memastikan langkah-langkah pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Kami telah mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar bangunan Tangsi Belanda ditutup sementara sampai dilakukan pemeriksaan teknis dan perbaikan menyeluruh demi keselamatan pengunjung,” tegasnya.

Kapolres Sepuh Ade Irsyam juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkunjung ke bangunan tua atau bersejarah serta mematuhi rambu-rambu keselamatan yang telah ditetapkan. Peristiwa ini menjadi perhatian serius seluruh pihak, mengingat lokasi tersebut merupakan objek wisata edukasi yang kerap dikunjungi masyarakat dan pelajar. Polres Siak memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan kejadian.(mng)

Editor : Bayu Saputra
#tansi belanda #wisata siak #siak