Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Festival Dibuka Bupati Afni, Ratusan Layang-layang Terbang dan Warnai Langit Siak

Monang Lubis • Jumat, 6 Februari 2026 | 16:15 WIB
Layang layang jenis pegon gambar Bupati Afni dan Istana Asserayah Alhasyimiah dipamerkan saat Bupati membuka festival di lapangan samping RSUD Tengku Rafi’an Siak, Jumat (6/2/2026).
Layang layang jenis pegon gambar Bupati Afni dan Istana Asserayah Alhasyimiah dipamerkan saat Bupati membuka festival di lapangan samping RSUD Tengku Rafi’an Siak, Jumat (6/2/2026).

SIAK (RIAUPOS.CO) - Layang-layang merupakan permainan tradisional masyarakat yang kini dilombakan di Kota Siak. Festival layang-layang dibuka Bupati Afni Z, berlangsung selama 3 hari, dimulai Jumat (6/2/2026) sampai Ahad (9/2/2026) petang.

Sedikitnya 500 peserta mengikuti lomba yang datang dari Bengkalis, Duri, Pelalawan, Kota Dumai, serta pemain lokal yang begitu antusias yang terus berlatih memastikan layangan benar benar mumpuni untuk dilombakan.L

Demikian dikatakan Ketua Panitia Festival Rahmansyah, A. SE.MM. Disebutkannya, ada tujuh jenis layang layang yang dilombakan, dan lomba akan digelar di tiga titik di Kota Siak.

Berikut tujuh jenis layang layang yang dilombakan, layang pegon, layang dengung, layang sawai, layang ram raman, layang wau kurau, layang sampuk atau layang adu, dan layang lampu berupa layang hias akan terlihat unik di malam hari.

Titik festival ada di tiga okasi, lokasi utama samping RSUD Tengku Rafi'an, ada lima kategori yaitu layang pegon, ram raman, dengung, wau kurau dan layang lampu.

“Di sini juga pembukaan oleh Bupati Siak Afni Z kami gelar, sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM, sehingga festival ini, bermanfaat bagi banyak pihak,” katanya.

Titik kedua di Lapangan Tugu, depan Istana Asserayah Alhasyimiah atau Istana Matahari Timur. Di titik ini dilombakan layang sawai. Dan lokasi ketiga depan Klenteng Hock Siu Kiong dan sekitar Turap Singapura atau Tepian Sungai Jantan, dilombakan layang sampuk atau layang adu.

Penilaian untuk di lokasi utama yaitu samping RSUD Tengku Rafi’an, yang dinilai motif, kerapian, lenggak lenggok, suara/bunyi serta tangkap tangan.

“Untuk layang lampu tidak dinilai, hanya hadiah hiburan doorprice bagi peserta yang beruntung,” terangnya.

Sedangkan layang sawai dinilai dengan layang tertinggi dan ukuran terdekat benang dengan alat ukur benang.

“Sementara untuk layang sampuk sifatnya aduan, siapa yang putus benang dinyatakan kalah,” jelasnya.

Sementara Bupati Siak Afni Z menyambut baik gelaran festival layang layang di Kota Siak. Hal itu diungkapkan Bupati Afni, saat membuka festival layang layang di lapangan samping RSUD Tengku Rafi’an.

Bupati Afni semakin senang, karena iven juga berdampak positif bagi banyak pihak, terutama para pelaku UMKM. Ada perputaran ekonomi di festival ini.

“Saya sangat mendukung permainan lokal, jadi penyeimbang permainan modern,” kata Bupati Afni.

Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semangat menjaga budaya lokal dapat terus terjaga. (mng)

Editor : M. Erizal
#bupati siak #festival layang layang #layang layang #permainan rakyat