SIAK (RIAUPOS.CO) -- Bupati Siak Dr Afni Z pada Senin (2/3/2026), gerak cepat menghubungi Polda Riau, dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Riau, serta Disnaker Siak.
Hal itu dilakukan Bupati Afni, atas persoalan yang menjerat Susi Yanti Br Sinaga (23) warga Desa/Kampung Rawang Kao Barat, Lubuk Dalam, Siak. Disebutkan Bupati Afni, dia berkoordinasi dengan pihak berwenang yang bertanggung jawab atas penanganan pekerja migran.
Dugaan sementara dia korban penipuan dan kini berada di Kamboja. Dia tidak diketahui kondisi dan posisinya. Bupati Afni berharap Polda Riau, mengevakuasi Susi Yanti. "Saya harapkan persoalan ini dapat segera selesai, Susi Yanti dapat kembali dengan selamat," kata Bupati Afni.
Sementara Camat Lubuk Dalam Agung Afandi menjelaskan, setelah Bupati Afni berkoordinasi dengan berbagai pihak Selasa (3/3/2026), Disnaker Provinsi dan Disnaker Siak, turun, didampingi Sekcam dan Kerani Rawang Kao Barat Paiwan, ke kediaman Johannes Sinaga, ayah Susi Yanti.
Susi Yanti, diketahui berada di Kamboja, pada 5 Februari lalu, dalam keadaan sakit, sesuai dengan foto video call orangtua Susi Yanti yang beredar di media sosial.
Namun, saat dicek oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, ke rumah sakit yang dimaksud, Susi Yanti tidak ditemukan.
Setelah membuat paspor, Susi Yanti awalnya berangkat dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, menuju Malaysia, pada Jumat (12/12/2025) lalu, dipandu oleh kenalannya lelaki BS.
"Bahkan, Susi Yanti yang sangat yakin dengan teman lelakinya, menolak diantar ke bandara oleh orangtuanya. Dari Malaysia, menyeberang ke Kamboja," terang Agung Afandi, Rabu (4/3) siang.
Bersama kenalannya BS, yang dikenal melalui media sosial, Susi Yanti bekerja di industri daring (scammer), hingga akhirnya dia sakit dengan oksigen di mulut, beredar di media sosial. Hal itu diketahui saat video call dengan orangtuanya.
Orangtua Susi Yanti dimintai uang untuk biaya rumah sakit putrinya, dan itu terjadi berulang ulang. Susi Yanti bisa menghubungi, tapi orangtuanya tidak bisa menghubungi balik. "Izin tinggalnya sudah habis, diduga dia ke sana sebagai pelancong," jelas Camat Agung Afandi.
Camat Agung mengatakan, koordinasi tetap dia lakukan dengan Bupati Afni dan pihak Disnaker Provinsi Riau, dan Disnaker Siak. Sampai saat ini, sebut Agung, KBRI Kamboja masih menelusuri keberadaan Susi Yanti.
Editor : Rinaldi