SIAK (RIAUPOS.CO) - Memperagakan hasil karya sains saat ujian praktik di halaman dalam SMP Sains dan Tahfizh Islamic Center Siak, Muhammad Aqil Arizal terkena serpihan, dan meninggal dunia.
Uwak korban, atau abang ayah korban bernama Dr Fauzi Asni, Asisten I Setkab Siak, mewakili keluarga, mengatakan keluarga sudah ikhlas atas apa yang menimpa korban.
Korban anak saleh, kreatif dan cerdas. Keluarga mendukung semua capaian korban, termasuk karya sains yang menelan jiwanya.
“Saat dilakukan uji coba di rumah, karya sains korban aman dan berhasil,” kata Fauzi Asni saat berada di Pemakaman Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Rabu (8/4/2026) petang.
Meski secara pribadi, sebut Fauzi Asni, perlu pendampingan dalam setiap karya yang dibuat, sehingga benar benar aman untuk dirinya maupun orang lain.
Saat memperagakan di sekolah, ternyata gagal, dan Aqil menjadi korban dari karyanya, tentu keluarga berduka, namun sangat ikhlas.
Baca Juga: Rakorda Karhutla di Rohil, Diingatkan Puncak Kemarau dan Suhu Panas
Kreatifitas yang dituangkan dalam karya, dan ditampilkan dalam ujian praktik sains di sekolah mendapat dukungan penuh dari keluarga. Bahkan ayahnya Muhamad Rozali ikut mengantarkan karya sang putra.
Hanya saja karyanya itu pula yang merenggut jiwanya saat ditampilkan dan ternyata meledak dan berhamburan.
Aqil meninggal dengan karyanya, tidak ada tangan orang lain yang ikut saat praktik berlangsung, hal itu pula menjadi penyebab keluarga ikhlas melepasnya kembali kepada Sang Pencipta.
Baca Juga: Pijatan Bisa Redakan Rasa Mual, Simak 6 Tips Ampuh Mengusir Rasa Mual, Nomor Satu Cari Udara Segar
Terlihat ayah korban yang turun ke liang lahat begitu tegar, sementara ibunya Ratry Asti Dwi Ariani, menangis di tepi liang lahat. Adiknya yang masih kecil berada tidak jauh dari ibunya.
Teman teman sekolahnya ramai menghantarkan Aqil ke peristirahatan terakhir. Kenangan jelas atas capaian Aqil memenangkan lomba robotik tingkat Provinsi Riau, beberapa waktu lalu, dan Aqil rajin salat berjamaah, membuat banyak yang sayang padanya.(mng)
Editor : M. Erizal