SIAK (RIAUPOS.CO) - Peluang RJ bagi ibu guru IP yang menjadi tersangka, sedang diupayakan pihak Yayasan Islamic Center Kabupaten Siak.
Sebagaimana dijelaskan Ketua Yayasan Islamic Center Kabupaten Siak Ustaz H Nizamul Muluk, pihaknya sudah bertemu pengurus PGRI, dan Kamis (16/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, bertemu dengan pengurus LAMR Kabupaten Siak, dalam membahas RJ.
Menanggapi upaya itu, uwak korban, atau abang ayah korban, Dr Fauzi Asni yang juga Asisten I Setkab Siak, mendukung RJ tersebut.
Baca Juga: BNNK Kuansing Amankan Seorang Laki-laki Mengaku Anggota BNN
“Pihak keluarga mendukung RJ terhadap Bu IP yang saat ini sedang diperjuangkan pihak yayasan dan PGRI, serta Disdik Kabupaten Siak,” kata Fauzi Asni, Rabu (15/4/2026) malam.
Sementara sebelumnya, saat berada di pemakaman, tepatnya, Rabu (8/4/2026), Fauzi Asni mengatakan keluarga sudah ikhlas atas apa yang menimpa korban.
Korban anak saleh, kreatif dan cerdas. Keluarga mendukung semua capaian korban, termasuk karya sains yang menelan jiwanya.
“Saat dilakukan uji coba di rumah, karya sains korban aman dan berhasil,” kata Fauzi Asni saat berada di Pemakaman Suak Santai, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Rabu (8/4/2026) petang.
Meski secara pribadi, sebut Fauzi Asni, perlu pendampingan dalam setiap karya yang dibuat, sehingga benar benar aman untuk dirinya maupun orang lain.
Saat memperagakan di sekolah, ternyata gagal, dan Aqil menjadi korban dari karyanya, tentu keluarga berduka, namun sangat ikhlas.
Kreativitas yang dituangkan dalam karya, dan ditampilkan dalam ujian praktik sains di sekolah mendapat dukungan penuh dari keluarga. Bahkan ayahnya Muhamad Rozali ikut mengantarkan karya sang putra.
Hanya saja karyanya itu pula yang merenggut jiwanya saat ditampilkan dan ternyata meledak dan berhamburan.
Aqil meninggal dengan karyanya, tidak ada tangan orang lain yang ikut saat praktik berlangsung, hal itu pula menjadi penyebab keluarga ikhlas melepasnya kembali kepada Sang Pencipta. (mng)
Editor : M. Erizal