SIAK (RIAUPOS.CO) - Menghadapi El Nino super siklus 30 tahunan, Bupati Siak Afni Z, yang ikut pertemuan dengan Kapolda Riau Irjen Po. Dr Herry Heryawan SIK MH MHum, hadir bersama Kepala BPBD Siak Novendra Kasmara.
Disebutkan Bupati Afni, bersamanya ada Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, perwakilan dari Kodim 0322/Siak, serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Siak Zuhrizan Nurfalah.
“Menghadapi El Nino super, pencegahan menjadi prioritas dan dilakukan secara terpadu dan masif,” kata Afni.
Baca Juga: Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba, Wako Agung Nugroho: Bukan Solusi, tapi Awal Kehancuran
Di tengah ruang fiskal yang sempit, dukungan dari perusahaan menjadi sangat penting, memudahkan langkah Masyarakat Peduli Api (MPA), dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Selama ini, ada anggaran untuk MPA per tahun Rp24 juta, tapi sempitnya ruang fiskal berdampak pada MPA.
“Kami yakin perusahaan dapat ambil bagian dalam pencegahan dengan cara mendukung MPA sosialisasi dan patroli,” katanya.
Juni sampai Agustus, merupakan puncak kemarau, terutama zona gambut kering dan hutan lindung, akan sangat rentan dan itu perlu peran semua pihak. Akan landai pada September.
Sementara Kalaksa BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara mengatakan, pihaknya akan koordinasi dengan perusahaan yang sudah peduli maupun belum.
“Bagi yang sudah peduli, kami harapkan dapat ditingkatkan, sementara bagi yang belum, dapat direalisasikan,” ucapnya.
Baca Juga: Ajak Generasi Muda Jauhi Narkoba, Wako Agung Nugroho: Bukan Solusi, tapi Awal Kehancuran
Pencegahan menjadi prioritas, sebab mengatasi akan mengeluarkan banyak biaya, tenaga dan waktu. Sebagai langkah strategis, membuat surat edaran yang ditandatangani Bupati Afni, sebagai bentuk kesungguhan dalam melakukan pencegahan terjadinya karhutla.(mng)
Editor : Edwar Yaman