Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Polres Siak Hentikan Penyidikan Guru IP dalam Kasus Kematian Pelajar SMP Sains Takhfiz Islamic Centre

Monang Lubis • Selasa, 16 Juni 2026 | 15:02 WIB
 Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos Parmulais SH MH.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos Parmulais SH MH.

 
SIAK (RIAUPOS.CO) - Polres Siak menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) kasus kematian siswa Takhfiz Islamic Centre Siak saat ujian praktik berinisial IP.

Penerbitan SP3 Nomor: S.tap/henti sidik/31.c/V/Res.1.24/2026 tanggal 20 mei 2026 ini setelah terpenuhinya keadilan restoratif terhadap guru SMP Sains. 

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar  melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos Parmulais SH MH menjelaskan bahwa perkara ini sudah selesai dan keadilan restoratif sudah terpenuhi sesuai KUHAP  bahwa yang mengeluarkan SP3 adalah penyidik.

“Kami melaksanakan berdasarkan Pasal 82 huruf e, tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih, kecuali karena kealpaannya. Pasal yang kami sangkakan adalah pasal karena kealpaan,” terang Kasat Kosmos.

Para pihak sudah berdamai dan mengajukan restorative justice terhadap guru IP. Pihaknya merealisasikan sesuai Perpol terkait keadilan restorative.

Baca Juga: Wabup Syamsurizal Jemput Jemaah Haji Siak di Batam, Dampingi Perjalanan Menuju Pelabuhan Tanjung Buton, Semuanya Sehat

Sementara IP, guru SMP Sains Takhfiz Islamic Centre Siak mengatakan dirinya merasa lega atas penetapan ini. “Saya selama ini banyak mendapat dukungan dari banyak pihak, membuat saya kuat dan tetap menjaga semangat,” kata Indah kepada Riau Pos, Senin (15/6).

Selama proses penyidikan, karena banyak orang tak mengenal dirinya, jadi dia biasa saja saat berada di luar rumah.

Sementara Ketua Yayasan SMP Sains Takhfiz Islamic Centre Siak Nizamul Muluk mengatakan, sejak insiden praktik yang menyebabkan meninggalnya seorang pelajar pada Rabu (8/4) lalu, saat praktik untuk tugas akhir sekolah, sekolah terus berbenah dan berkoordinasi, tak hanya dengan Disdik Siak, tapi juga dengan Tim Gegana Brimobda Riau, dan Polres Siak.

“Mereka siap memberikan pendampingan jika ada minat dan semangat pelajar yang melampaui usianya dan tentu saja itu sangat membanggakan,” katanya.

Orangtua pelajar sudah datang ke sekolah, menyatakan keikhlasan atas apa yang telah menimpa putranya, dan meminta maaf karena musibah ini berdampak pada guru dan sekolah.

Penandatanganan warkah damai juga sudah dilakukan di LAM Siak, bersama orang tua pelajar yang menjadi kor­ban, pihak yayasan, PGRI, dan pihak terkait lainnya. Perdamaian yang dilakukan sebagai bentuk keinginan bersama, bahwa musibah yang terjadi tidak ada yang menginginkannya.

Para pelajar juga telah mengikuti trauma healing yang dihadiri Bupati Siak Afni, dan Kapolres Sepuh bersama para Polwan.

“Saat ini, program praktik dievaluasi, dan semua pelajar bersemangat mengikuti pelajaran,” terangnya.

SMP Sains Takhfiz Islamic Centre Siak ini, sebut Nizamul Muluk, meski pendaftaran penerimaan telah ditutup, masih saja ada yang ingin anaknya sekolah di SMP tersebut. Artinya, musibah yang terjadi adalah kecelakaan dan pembenahan sudah dan terus  dilakukan untuk lebih baik lagi ke depannya.(mng)

Editor : Arif Oktafian
#GURU IP #SMP SAINS ISLAMIC CENTRE #kasus #polres siak