Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sempat Menghilang 16 Jam, Dokter PPDS Ditemukan Meninggal di Samping RSUD Tengku Rafian Siak

Monang Lubis • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:01 WIB
Kepolisian melakukan evakuasi terhadap jasad dokter Alex yang ditemukan sudah meninggal dunia di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, pada Selasa (14/7/2026). (Polres Siak)
Kepolisian melakukan evakuasi terhadap jasad dokter Alex yang ditemukan sudah meninggal dunia di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, pada Selasa (14/7/2026). (Polres Siak)

SIAK (RIAUPOS.CO) - Penemuan jasad seorang lelaki di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 10.30 WIB membuat macet. Posisi jasad di dalam semak bawah pohon, sekitar 20 meter dari Jalan Raja Kecik. 

Tak ada yang berani menyentuh, hanya terlihat seorang perempuan muda menangisi jasad yang dikerubungi semut, terutama di bagian perut, handsfree  masih menempel di telinga. Polsek Siak dan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) dan Tim Inagis Polres Siak, tiba di lokasi, sekitar pukul 11.30 WIB.

Demikian dikatakan Kasat Reskrim AKP Dr Raja Kosmos. Disebutkan Raja Kosmos, identitas  mayat bernama Alex Cristo Lotis (30), seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak.

 Baca Juga: Tiga Pejabat Disdukcapil Dilantik, Ini Penegasan Wabup Inhu

Korban diketahui berasal dari Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Kejadian bermula pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, ketika istri korban dr Yulianti Marbun (31), yang bertugas dan tinggal di Asrama RSUD Tengku Rafian, mencoba menghubungi telepon genggam korban, namun didapati sudah tidak aktif.

Sang istri kemudian berupaya mencari keberadaan korban di lingkungan rumah sakit dan bertanya kepada rekan sejawat, namun tidak ada yang mengetahui posisinya. Upaya pencarian, hingga menghubungi pihak keluarga di Bagan Batu juga tidak membuahkan hasil.

Merasa ada yang janggal, istri korban bersama petugas keamanan RSUD kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. Berdasarkan rekaman CCTV di bagian Radiologi, korban terlihat berjalan kaki seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu keluar di depan Pos Security II menuju ke arah luar.

 Baca Juga: Bantuan Program Bedah Rumah bagi Provinsi Riau Naik Jadi 5 Ribu Unit

Pencarian berlanjut hingga Selasa (14/7/2026) pagi. Petugas keamanan sempat menanyakan kembali keberadaan korban kepada seluruh tenaga medis dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak, namun masih nihil.

Sekitar pukul 11.30 WIB, tiga saksi yang terdiri dari dua satpam rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama seorang pengemudi ambulans, Selamat (55), menyisir area semak belukar di luar pagar yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban di CCTV.

Saat saksi Arif Syahdu memanjat pagar pembatas rumah sakit dari dalam area RSUD untuk melihat ke area luar, ia mendapati korban sudah dalam posisi terlentang tidak bernyawa di tengah semak belukar.

 Baca Juga: Jules Kounde Sebut Lamine Yamal Tidak Bermaksud Kurang Hormat dalam Sindirannya terhadap Prancis

Posisi jasad ditemukan berjarak sekitar 5 meter dari pagar pembatas atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik. Di sebelah kiri jasad korban, ditemukan sebuah tas sandang milik korban.

Mengetahui hal tersebut, para saksi langsung melaporkan kejadian kepada Bhabinkamtibmas Kampung Dalam dan Piket SPKT Polsek Siak. Kapolsek Siak segera mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi, memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP awal bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Siak.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah tas sandang warna hitam yang berisi sejumlah alat medis, dompet, telepon genggam, serta kartu identitas RSUD Tengku Rafian Siak, milik korban.

“Dari keterangan istri korban, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis maupun permasalahan di dalam rumah tangga mereka yang baru berjalan sekitar 2 tahun tersebut,” kata Kasat Kosmos.

 Baca Juga: Terduga Pengedar Sabu Diciduk di Rumahnya, Polisi Sita 28 Paket yang Disimpan dalam Botol

Untuk memastikan penyebab pasti kematian dokter residen tersebut, disebutkan Kasat Kosmos, pihaknya telah berkoordinasi dengan RSUD Tengku Rafian mengevakuasi jenazah dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk dilakukan proses autopsi.

Untuk sementara, tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ada barang korban yang hilang, termasuk tas kecil dan ponsel,semua lengkap,” ungkap Kasat Kosmos.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Informasi dan Humas Universitas Riau (Unri), Shaffia Mia Friana, membenarkan adanya dokter peserta program internship Unri yang meninggal dunia di Kabupaten Siak. Korban diketahui berinisial ACL.

Korban merupakan dokter internship untuk PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anestesi.  Shaffia menjelaskan, korban tidak ditemukan meninggal dunia di dalam area RSUD Siak, melainkan di kawasan semak-semak yang berada di samping rumah sakit tersebut.

"Benar, korban merupakan dokter internship Unri. Namun, korban ditemukan meninggal dunia bukan di dalam RSUD Siak, melainkan di semak-semak yang berada di sebelah rumah sakit," ujarnya kepada Riau Pos.

Ia menambahkan, hingga saat ini penyebab kematian korban masih dalam proses penyelidikan oleh Polres Siak. Karena itu, belum dapat dipastikan apa yang menjadi penyebab meninggalnya korban.

"Saat ini kasusnya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang, sehingga penyebab kematian korban belum dapat dipastikan," katanya.(mng/dof)

Editor : Edwar Yaman
Dokter PPDS RSUD Tengku Rafian Siak Dokter PPDS Ditemukan Meninggal polres siak