Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Sempat Menghilang 16 Jam, Dokter PPDS Ditemukan Meninggal

Monang Lubis • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:23 WIB
EVAKUASI: Kepolisian melakukan evakuasi terhadap jasad dokter Alex yang ditemukan meninggal dunia di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik , Selasa (14/7/2026). (monang lubis/riau pos)
EVAKUASI: Kepolisian melakukan evakuasi terhadap jasad dokter Alex yang ditemukan meninggal dunia di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik , Selasa (14/7/2026). (monang lubis/riau pos)

SIAK SRIINDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Penemuan jasad seorang lelaki di tepi pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik pada Selasa (14/7) sekitar pukul 10.30 WIB, sempat membuat warga heboh. Warga yang penasaran berusaha untuk melihat jasad korban dari dekat.

Jasad korban ditemukan di dalam semak bawah pohon, sekitar 20 meter dari Jalan Raja Kecik. Posisinya telentang. Tak ada yang berani menyentuh, hanya terlihat seorang perempuan muda menangisi jasad yang dirubungi semut, terutama di bagian perut. Saat itu handsfree  masih menempel di telinga korban.

Polsek Siak  dan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) berserta Tim Inafis Polres Siak tiba di lokasi, sekitar pukul 11.30 WIB. 

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Riau Lepas Siswa MAN IC Siak ke Pemusatan Paskibraka Tingkat Pusat 2026

Kasat Reskrim AKP Dr Raja Kosmos kepada awak media mengatakan, identitas mayat bernama Alex Cristo Lotis (30), seorang dokter yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Residen Anastesi di RSUD Tengku Rafian Siak. 

Korban diketahui berasal dari Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Kejadian bermula pada Senin (13/7)  sektira pukul 17.30 WIB, ketika istri korban dr Yulianti Marbun (31), yang bertugas dan tinggal di Asrama RSUD Tengku Rafian mencoba menghubungi telepon genggam korban, namun didapati sudah tidak aktif. 

Baca Juga: Rumah dan Kantor Kadishub Siak Nonaktif Digeledah

Sang istri kemudian berupaya mencari keberadaan korban di lingkungan rumah sakit dan bertanya kepada rekan sejawat, namun tidak ada yang mengetahui posisinya. Upaya pencarian, hingga menghubungi pihak keluarga di Baganbatu, Rokan Hilir, juga tidak membuahkan hasil.

Merasa ada yang janggal, istri korban bersama petugas keamanan RSUD kemudian meme­riksa rekaman kamera pengawas atau CCTV. 

“Berdasarkan rekaman CCTV di bagian Radiologi, korban terlihat berjalan kaki seorang diri keluar dari area rumah sakit melalui pintu keluar di depan Pos Security II, sekitar pukul 18.00 WIB,” terang Kasat Kosmos.

Pencarian berlanjut hingga Selasa (14/7) pagi. Petugas keamanan sempat menanyakan kembali keberadaan korban kepada seluruh tenaga medis dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan RSUD Tengku Rafian Siak, namun masih nihil.

Baca Juga: Tim Tipidkor Satuan Reskrim Polres Siak Geledah Rumah dan Kantor Kadishub

Sekitar pukul 11.30 WIB, tiga saksi yang terdiri dari dua satpam rumah sakit, Arif Syahdu (31) dan Yudi Arianto (35), bersama seorang pengemudi ambulans, Selamat (55), menyisir area semak belukar di luar pagar yang menjadi titik terakhir arah pergerakan korban di CCTV. 

Saat saksi Arif Syahdu memanjat pagar pembatas rumah sakit dari dalam area RSUD untuk melihat ke area luar, ia mendapati korban sudah dalam posisi terlentang tidak bernyawa di tengah semak belukar.(mng)

Editor : Arif Oktafian
Dokter PPDS RSUD Tengku Rafian Siak Alex Cristo Lotis siak sri indrapura