Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Polisi Beberkan Hasil Autopsi Jenazah Dokter PPDS yang Ditemukan di Semak Belukar Samping RSUD Tengku Rafian Siak

Afiat Ananda • Rabu, 15 Juli 2026 | 20:32 WIB
AKBP Rudi Samosir (Istimewa)
AKBP Rudi Samosir (Istimewa)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Polda Riau mengungkap hasil sementara autopsi terhadap jenazah dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), Alex Christo Loris, yang ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak.

Autopsi dilakukan oleh tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau pada Selasa (13/7/2026), mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai sekitar pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi Samosir mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara ditemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban. Namun demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik yang diperkirakan baru selesai dalam waktu sekitar dua pekan.

Baca Juga: Bukan Ganti Rugi Malah Ganti Untung, Kata Kajati Sumbar soal Rencana Pembebasan Lahan yang Dilintasi Pembangunan Jalan Tol Sicincin-Bukittinggi

"Di dalam autopsi ditemukan adanya sejenis luka hitam atau lebam. Namun hasil otopsi secara lengkap masih menunggu sekitar dua minggu sesuai informasi dari Kabid Dokkes," kata Rudi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan keterangan awal dari tim forensik, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 12 hingga 24 jam sebelum ditemukan.

"Perkiraan sementara dari hasil informasi Kabid Dokkes, korban diperkirakan meninggal sekitar 12 jam sampai 24 jam," ujarnya.

Baca Juga: Tak Perlu Jual Emas, BRK Syariah Hadirkan Layanan Gadai Emas di Seluruh Kantor Pekanbaru

Rudi menjelaskan, luka lebam ditemukan di beberapa bagian tubuh, yakni pada lengan kiri, dada, dan punggung. Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan.

"Lebam ditemukan di lengan kiri, ada juga di dada dan punggung," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Kabid Dokkes, bercak hitam atau lebam yang ditemukan sementara diduga merupakan bekas gigitan serangga. Selain itu, tim forensik juga tidak menemukan adanya obat-obatan keras pada tubuh korban.

Baca Juga: Pengaspalan Jalan Beringin dan Khadijah Ali Dimulai, Perbaikan Jalan di Pekanbaru Berlanjut

"Sampai saat ini tidak ditemukan obat-obatan keras. Sementara lebam atau titik hitam yang ditemukan diperkirakan akibat gigitan serangga," katanya.

Terkait dugaan penyebab kematian, Rudi menegaskan penyidik masih menunggu hasil autopsi lengkap sebelum mengambil kesimpulan. Polisi belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat tindak pidana, kecelakaan, maupun penyebab lainnya.

"Nanti dari hasil autopsi lengkap akan terlihat terang apakah korban meninggal karena dibunuh, kecelakaan atau penyebab lainnya," tegasnya.

Baca Juga: Piala Soeratin U-15, Tunas Negeri dan Kwarta Bumi Riau Mendominasi Grup A

Saat ini, jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau sambil menunggu proses lebih lanjut.

Diketahui sebelumnya, Seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) residen anestesi RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, ditemukan tewas di semak belukar. 

Kasus tersebut saat ini masih diselidiki pihak kepolisian. Korban ditemukan pada Selasa,14 Juli 2026, siang. Jasad korban ditemukan di area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak.

Editor : M. Erizal
jenazah dokter autopsi polda riau