SIAK (RIAUPOS.CO) - Secara kasat mata, tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan terhadap jasad dokter spesialis anastesi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD Tengku Rafian Siak Alex Cristo Lotis (30).
Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos. Terkait hasil visum dan otopsi secera keseluruhan, sebut Kasat Kosmos, penyidik belum menerima secara resmi.
“Jadi terkait hal tersebut belum bisa kami tanggapi,” kata Kasat Kosmos.
Baca Juga: Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum, Kanwil BPN Riau Teken MOU Bersama Kejati Riau
Di KTP secara kasat mata, diulangi lagi secara kasat mata, tidak ditemukan luka luka akibat tanda kekerasan. Apa yang kami lakukan secara kasat mata, bukan melalui pemeriksaan ahli/medis.
“Sama sama kita tunggu hasil visum resminya ya,” ucap Kasat Kosmos.
Hanya saja, pihaknya menemukan dua jenis obat, masing masing berisi 3 buah ditemukan di dalam tas korban di TKP, tapi lupa nama obatnya. Kalau tak salah fentanil citrate, dan rocuronium bromide.
Baca Juga: Polda Riau Lakukan Pemeriksaan Lapangan, Sisir 2 Lokasi TKP Penganiayaan
“Penemuan obat itu juga sudah dikirimkan ke labfor untuk pemeriksaan, hari ini diantarkan,” terangnya.
Sementara itu, untuk memastikan kematian korban, dokter forensik meminta pemeriksaan lanjutan terhadap sampel ke laboratorium.
Untuk memastikan tidak ada kekerasan dan perundungan dalam pendidikan kedokteran, khususnya Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), senior korban juga dimintai keterangan, termasuk hubungan emosional selama dua pekan ini.(mng)
Editor : M. Erizal