Unri Kawal Penyelidikan Kematian Dokter PPDS di Siak

Dofi Iskandar • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 10:13 WIB
BERIKAN PENJELASAN: Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmo Parmulais memberikan penjelasan kepada Wakil Rektor I Dr Mexsasai Indra SH MH, Wakil Rektor III Prof Dr Hermandra MA, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unri dr TB Odih Rhomdani Wahid di TKP meninggalnya dokter spesialis anastesi PPDS Unri bernama Alex Cristo Lotis (30), Sabtu (18/7/2026).  (Monang/Riau Pos)
BERIKAN PENJELASAN: Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmo Parmulais memberikan penjelasan kepada Wakil Rektor I Dr Mexsasai Indra SH MH, Wakil Rektor III Prof Dr Hermandra MA, dan Dekan Fakultas Kedokteran Unri dr TB Odih Rhomdani Wahid di TKP meninggalnya dokter spesialis anastesi PPDS Unri bernama Alex Cristo Lotis (30), Sabtu (18/7/2026). (Monang/Riau Pos)

SIAK (RIAUPOS.CO) - Universitas Riau (Unri) memastikan akan terus mengawal proses penyelidikan terkait meninggalnya seorang dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) residen anestesi yang ditemukan tewas di kawasan semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, pada Selasa (14/7) kemarin.

Pihak kampus melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Mexsasai Indra SH MH, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Dr Hermandra MA, terus berkoordinasi dengan Polres Siak guna mengikuti perkembangan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

Prof Hermandra mengatakan, Unri menaruh perhatian serius terhadap kasus yang menimpa salah seorang peserta didik pada Program Pendidikan Dokter Spesialis tersebut. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan proses hukum berjalan secara profesional dan transparan.

Baca Juga: Bupati Siak Afni Dukung Spanyol, Sang Suami Argentina, Kalah Traktir Makan, Nobar di Balairung Datuk Empat Suku Rumah Rakyat

“Kami tadi sudah melihat langsung ke tempat kejadian perkara bersama Kasatreskrim Polres Siak. Saat ini kami masih menunggu hasil visum serta proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” ujar Hermandra kepada Riau Pos, Sabtu (18/7).

Ia menegaskan, Unri akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut, hingga penyebab pasti kematian korban dapat diketahui.

Baca Juga: Perjuangkan Hak DBH Daerah, Bupati Siak Afni Temui Wapres Gibran Rakabuming Raka

“Sebagai institusi pendidikan, kami berharap seluruh proses berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga nantinya dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban maupun semua pihak,” katanya.

Untuk diketahui, korban diketahui berinisial AKL (30), seorang dokter peserta PPDS residen anestesi yang sedang menjalani pendidikan di RSUD Tengku Rafian, Siak.

Baca Juga: Pencarian Korban Terbaliknya Kapal Gading 2 Dihentikan 

Jenazah korban ditemukan pada Selasa (14/7) di area semak belukar yang berada tepat di samping rumah sakit. 

Penemuan tersebut bermula setelah istri korban, YM (31), yang juga berprofesi sebagai dokter, mencari keberadaan suaminya sejak Senin (13/7) sore karena tidak kunjung pulang.

Pihak rumah sakit kemudian melakukan penelusuran dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV). Dari rekaman tersebut terlihat korban berjalan meninggalkan area rumah sakit.

Baca Juga: Dua Jenis Obat Dibawa ke Labfor, Senior Dimintai Keterangan, Tewasnya Dokter PPDS di Semak

Pencarian pun dilakukan hingga akhirnya pada hari kedua, Selasa (14/7), korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia di semak belukar tidak jauh dari lokasi rumah sakit.

Polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan, termasuk menunggu hasil visum dan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut.(dof)

Editor : Arif Oktafian
RSUD TENGKU RAFIAN Dokter PPDS PPDS Anestesi Unri universitas riau