BBKSDA Riau Sebut Harimau di Mengkapan Tak Agresif 

Hendrawan Kariman • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 10:58 WIB
 Tim BBKSDA Riau bersama sejumlah warga turun ke lokasi kemunculan harimau di Desa Mengkapan, Sungai Apit, Siak, Senin (20/7/2026).(Humas BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)
Tim BBKSDA Riau bersama sejumlah warga turun ke lokasi kemunculan harimau di Desa Mengkapan, Sungai Apit, Siak. (Humas BBKSDA Riau untuk Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Senin (20/7). Ini dilakukan menindaklanjuti laporan warga terkait kemunculan harimau sumatera di jalan lintas setempat.

Setelah melakukan rangkaian pengumpulan informasi di lokasi, Kepala BBKSDA Riau Supartono membenarkan memang menurut sejumlah warga, ada seekor harimau yang beberapa kali terlihat menyeberang jalan lintas. Termasuk yang terjadi pada 14 Juli 2026 yang berpapasan dengan pekerja kebun bernama Agus.

‘‘Berdasarkan keterangan warga setempat, kemunculan harimau sumatera di sekitar lokasi tersebut bukan merupakan kejadian baru. Satwa tersebut diketahui beberapa kali melintas di kawasan itu. Namun selama ini tidak pernah menunjukkan perilaku menyerang masyarakat,’’ ujar Supartono, Selasa (21/7).

Baca Juga: ASN Diskominfo Siak Cek Kesehatan Gratis

Ternyata, di Mengkapan ini, pada 18 Juli 2026 lalu, ada dua warga sempat juga melihat seekor harimau di sekitar Kilometer 4 pada siang hari. Satwa tersebut dilihat melompat dari parit di seberang jalur pipa menuju badan jalan. 

‘’Namun, saat berpapasan dengan kendaraan yang dikendarai Pak Amir (warga, red), harimau tersebut kembali ke arah parit dan tidak melanjutkan penyeberangan. Dalam kejadian tersebut, satwa tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap kendaraan maupun pengemudi,’’ ujar Supartono.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim BBKSDA Riau melakukan pengecekan di lokasi. Tapi tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan harimau. Berdasarkan keterangan warga lainnya, Gianto, kemunculan harimau di sekitar lokasi tersebut bukan merupakan kejadian baru.

Baca Juga: Warga Teluk Lanus Siak Diserang Harimau, Sorot Lampu Alat Berat Selamatkan Korban, Begini Kronologinya

‘’Satwa tersebut diketahui beberapa kali melintas di kawasan tersebut, namun selama ini tidak pernah menunjukkan perilaku menyerang masyarakat,’’ sambung Supartono.

Kendati begitu BBKSDA Riau meminta masyarakat setempat tetap berhati-hati. Supartono mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta para pihak terkait untuk melakukan pemantauan secara intensif di lokasi kejadian. 

Selain itu, sambungnya, langkah-langkah mitigasi konflik satwa liar juga akan terus dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kejadian serupa. Ini juga sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

‘’Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas seorang diri di area yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari, melakukan patroli siskamling di malam hari,’’ ujar Supartono.

Baca Juga: Harimau di Mengkapan Siak Kerap Melintasi Jalan, BBKSDA Riau Sebut Tak Agresif 

BBKSDA Riau juga meminta agar masyarakat segera melaporkan kepada petugas atau aparat setempat apabila mengetahui keberadaan Harimau Sumatera maupun satwa liar lainnya di sekitar permukiman atau area aktivitas masyarakat.

Sementara itu, setelah menewaskan dua orang, harimau di Sungai Ara, Kecamatan Pelalawan tidak pernah muncul lagi. BBSKDA Riau mengatakan, belum ada tanda-tanda kemunculan harimau. Namun Supartono memastikan, timnya di Pelalawan masih terus memantau lokasi. ‘’Terkait di pelalawan tim kita masih melakukan pemantauan di lapangan,’’ ujar Supartono.

Sejauh ini, baik kamera jebak maupun kandang jebak yang dipasang secara simultan dalam dua kejadian di kawasan usaha kehutanan itu, belum menangkap atau merekam apapun. Kendati demikin para pekerja yang masih beraktivitas di kamp diminta tetap waspada.(das)

Laporan Hendrawan Kariman, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
harimau Mengkapan bbksda riau harimau sumatera