Helper Alat Berat Diterkam Harimau di Teluk Lanus

Monang Lubis • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 09:57 WIB
Seekor Harimau Sumatra berkeliaran di kebun sawit warga beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI HARIMAU

 

SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Konflik manusia dengan harimau kembali terjadi di Kabupaten Siak. Kali ini harimau menyerang warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit bernama Hari Harianto alias Itul (31) saat BAB (buang air besar) di kanal Sungai Belat, Selasa (21/7).

Camat Sungai Apit Tengku Mukhtasar mengatakan, korban mengalami luka cakaran pada bagian dada, belakang telinga dan di bawah ketiak atas serangan hewan dilindungi itu. Korban dan dua rekannya, Rakha (22), dan Herman (30), bekerja sebagai helper alat berat pembersihan lahan perkebunan dan pembuatan kanal.

“Lokasi kejadian berada di wilayah yang sulit dijangkau dan memerlukan waktu serta sarana transportasi khusus untuk mencapai lokasi,” jelas Camat Tengku Mukhtasar, Rabu (22/7). Di sekitar lokasi kejadian juga tidak terdapat jaringan komunikasi atau sinyal telepon, sehingga menyulitkan proses komunikasi dan koordinasi.

Baca Juga: BRI Perawang Dukung Kreativitas Barista Lokal, Anak Muda Gelar Manual Brew Competition 2026

Wilayah Sungai Belat merupakan kawasan yang masih menjadi habitat satwa liar jenis harimau sehingga memiliki tingkat risiko yang tinggi dan dapat membahayakan keselamatan manusia yang berada atau beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Camat Tengku Mukhtasar menceritakan, Selasa (21/7) sekitar pukul 19.30 WIB, korban bersama rekan kerja alat berat, yaitu Rakha dan Herman berada di kamp tempat kerja korban untuk beristirahat. Kemudian, korban keluar dari kamp dengan maksud untuk buang air besar di tepian kanal yang berada tidak jauh dari kamp tempat korban beristirahat. 

“Kanal tersebut memang biasa digunakan oleh para pekerja sebagai tempat mandi dan buang air,” terangnya.

Baca Juga: BBKSDA Riau Sebut Harimau di Mengkapan Tak Agresif 

Berselang kurang lebih 10 menit setelah korban keluar dari kamp, Rakha dan Herman mendengar suara korban berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, keduanya segera keluar dari kamp dan berusaha mencari sumber suara. Namun, korban belum ditemukan karena kondisi di sekitar camp minim penerangan dan pencahayaan.

Selanjutnya, Herman naik ke atas alat berat, kemudian menghidupkan mesin dan menyalakan seluruh lampu penerangan alat berat, serta mengarahkan lampu tersebut ke arah sumber suara korban meminta pertolongan. Herman terkejut korban sedang diseret oleh seekor harimau. 

Karena sorotan lampu alat berat yang cukup terang, harimau tersebut kemudian melepaskan gigitannya terhadap korban dan melarikan diri masuk ke dalam kawasan hutan. Setelah harimau melarikan diri, Rakha dan Herman segera mengevakuasi dan menyelamatkan korban.

Baca Juga: ASN Diskominfo Siak Cek Kesehatan Gratis

Kemudian membawa korban menggunakan speed boat yang sedang stand by di sekitar pinggir laut untuk selanjutnya dibawa ke Pustu Kampung Teluk Lanus agar mendapatkan pertolongan medis. Setibanya di Pustu Kampung Teluk Lanus, korban mendapatkan pertolongan pertama dari bidan yang bertugas.

“Setelah mendapatkan pertolongan pertama, korban selanjutnya dibawa menggunakan speed boat menuju Pelabuhan Penyengat. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Tengku Rafian Siak menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis,” terangnya.

Camat Tengku Mukhtasar mengatakan, dia telah melakukan koordinasi dengan Kapolsek Iptu Adifian Ikhsan SH, dan Danramil 02/Sungai Apit Kapten Inf Saidina Ali Tanjung. 

Baca Juga: Warga Teluk Lanus Siak Diserang Harimau, Sorot Lampu Alat Berat Selamatkan Korban, Begini Kronologinya

Sebagai camat, dirinya telah meminta penghulu menyampaikan imbauan ke masyarakat agar berhati-hati dalam beraktivitas. “Upayakan tidak sendirian apabila ke kebun atau ke hutan. Terlebih pada waktu rawan, petang, malam dan pagi hari,” sebutnya.

Sementara Kabid II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Siak Hermanto membenarkan terjadinya konflik manusia dan harimau kembali terjadi. “Kami akan turunkan tim penanganan konflik ke tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan APH,” katanya.

Tim Penanganan Konflik Manusia dengan Harimau dari BBKSDA Riau Sektor Siak saat ini sudah berada di lokasi. Sebagai langkah mitigasi, tim turun membawa drone dan kamera trap. 

‘’Jika tempat kejadian perkara dekat dengan permukiman penduduk, maka akan dipasang kamera trap. Tapi karena jauh dari permukiman, maka digunakan drone untuk mendeteksi keberadaan harimau. Kami menunggu laporan dari tim yang turun. Kabarnya di lokasi tidak dapat sinyal,” terangnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas seorang diri di area yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar, terutama pada sore hingga malam hari. “Segera melaporkan kepada petugas BBKSDA atau aparat setempat apabila terjadi kejadian serupa,” imbaunya.

Sementara Polsek Sungai Apit tetap terus memantau perkembangan atas berkeliarannya harimau di Sungai Belat. Dikatakan Kapolsek Sungai Apit Iptu Adhifian Ikhsan,  tim dari BBKSDA sudah turun ke TKP karena keterbatasan jumlah, dia tidak menurunkan personel.

Sama dengan BBKSDA, Kapolsek Adhifian mengimbau masyarakat untuk menghindari ke kebun sendirian, serta pulang sebelum senja. Sebab, harimau aktif saat senja dan malam hari. ‘’Ini juga berlaku untuk masyarakat Mengkapan yang beberapa hari lalu harimau berkeliaran di sana, serta masyarakat Teluk Lanus. Semoga konflik manusia dengan harimau ini dapat diatasi dan segera berakhir,’’ tambahnya.(mng)

Editor : Arif Oktafian
konflik manusia dan harimau harimau sumatra teluk lanus