Satreskrim Polres Berburu Waktu Ungkap Fakta Penyebab Kematian Dokter PPDS .Alex Cristo Loris, Ponsel Dibuka Manual 

Monang Lubis • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 01:00 WIB
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos Parmulais, SH MH. (Istimewa)
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Dr Raja Kosmos Parmulais, SH MH. (Istimewa)

 

SIAK (RIAUPOS.CO) - Penyelidikan penyebab meninggalnya dokter Alex Cristo Loris di samping pagar RSUD Tengku Rafian Jalan Raja Kecik Siak Kota masih terus berlanjut.

Update perkembangan penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Siak, disebutkan Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos pada Kamis (23/7/2026) malam, bahwa penyelidikan dilakukan asistensi oleh Dit Reskrimum Polda Riau.

Olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan jenazah dan menemukan barang bukti di TKP, selanjutkan jenazah dan barang bukti dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor).

Baca Juga: Talk Show Surambi Nogori Bupati Menyapa, Pj Sekda Rohul Paparkan Arah Kebijakan dan 5 Program Prioritas Bupati-Wabup

Untuk hasil otopsi masih membutuhkan pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Begitu juga dengan barang bukti, masih menunggu hasil dari laboratorium forensik.

“Pemeriksaan CCTV juga sudah kami lakukan, dan kami mendapatkan seluruh rekaman,  mulai korban keluar rumah sakit sampai menuju ke TKP. CCTV diambil dari dua sumber, dan sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti,” terang Kosmos.

Pemeriksaan saksi, dilakukan terhadap security dan pegawai RSUD, terdiri dari dua dokter pembimbing residen anestesi RSUD, satu dokter residen anestesi RSUD dan istri korban.

Baca Juga: Tari Sapin Bagan Raih Rekor MURI, Libatkan 7.750 Penari Perempuan dari 18 kecamatan di Kabupaten Rohil

“Pemeriksaan saksi ini akan kami lakukan pendalaman atau pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa temuan kesaksian dan barang bukti,” ucap Kasat Kosmos.

Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa rekan sejawat korban di FK Unri, staf akademik dan staf bagian keuangan FK Unri.

Tak hanya sampai di situ, tim juga memeriksa saksi lainnya yang diperlukan, seperti dua rekan korban di Maluku, yaitu satu bidan dan satu dokter yang sudah dihubungi secara langsung dan memberikan keterangan terkait informasi yang didapatkan.

Baca Juga: Revitalisasi SDN 005 Pulau Burung Dikebut, Bupati Inhil Tekankan Kualitas Pekerjaan

“Alat komunikasi korban, berupa satu unit handpone sudah kami buka secara manual dengan bantuan istri korban dan disaksikan orang tua dan abang korban,” jelas Kasat Kosmos.

Pihaknya membuatkan BAP dan ada beberapa item dan aplikasi yang tidak bisa dibuka, sehingga dikirimkan ke Lafor untuk dilakukan pemeriksaan.

Beberapa temuan barang bukti, keterangan saksi dan hasil yang diperoleh di handpone korban, diperlukan pemeriksaan psikologi forensik, Sat Reskrim telah memintakan ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau.

Baca Juga: New XForce HEV Resmi Mengaspal di Pekanbaru, Yuk Check Harga dan Spesifikasinya! 

“Pelaksanaannya sudah dimulai dengan metode wawancara kepada para saksi dan analisis barang bukti dan petunjuk lainnya,” ucap Kasat Kosmos.

Sat Reskrim Polres Siak berharap penyelidikan cepat selesai, namun tentu berpedoman pada prinsip keilmuan yang nantinya akan menghadirkan fakta kebenaran yang tidak terbantahkan terkait penyebab kematian korban.

Sat Reskrim terus bekerja untuk melakukan upaya penyelidikan, diharapkan dukungan masyarakat agar ini terlaksana dengan baik dan mohon masyarakat tidak resah.(mng)

Editor : M. Erizal
RSUD Tengku Rafian Siak Dokter PPDS Ditemukan Meninggal polres siak