SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) - Penyelidikan penyebab meninggalnya dokter Alex Cristo Loris di samping pagar RSUD Tengku Rafian Jalan Raja Kecik Siak Kota terus berlanjut, Kamis (23/7). Kasatreskrim Polres Siak Raja Kosmos mengatakan, penyelidikan dilakukan asistensi oleh Ditreskrimum Polda Riau.
Olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan jenazah dan penemuan barang bukti di TKP, jenazah, dan barang bukti dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor). Untuk hasil autopsi masih memerlukan pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik. Begitu juga dengan barang bukti, masih menunggu hasil dari laboratorium forensik.
“Pemeriksaan CCTV juga sudah kami lakukan. Kami mendapatkan seluruh rekaman, mulai korban keluar rumah sakit sampai menuju ke TKP. CCTV diambil dari dua sumber dan sudah diamankan untuk dijadikan barang bukti,” terangnya, Kamis (23/7).
Pemeriksaan saksi, dilakukan terhadap security dan pegawai RSUD, terdiri dari dua dokter pembimbing residen anestesi RSUD, satu dokter residen anestesi RSUD, dan istri korban. “Pemeriksaan saksi ini akan kami lakukan pendalaman atau pemeriksaan lanjutan terhadap beberapa temuan kesaksian dan barang bukti,” paparnya.
Selain itu, pihaknya juga akan memeriksa rekan sejawat korban di FK Unri, staf akademik dan staf bagian keuangan FK Unri. Tak hanya sampai di situ, tim juga memeriksa saksi lainnya yang diperlukan, seperti dua rekan korban di Maluku, yaitu satu bidan dan satu dokter yang sudah dihubungi secara langsung dan memberikan keterangan terkait informasi yang didapatkan.
“Alat komunikasi korban, berupa satu unit handpone sudah kami buka secara manual dengan bantuan istri korban dan disaksikan orang tua dan abang korban,” jelas Kosmos. Pihaknya membuatkan BAP dan ada beberapa item dan aplikasi yang tidak bisa dibuka sehingga dikirimkan ke Labfor untuk dilakukan pemeriksaan.
Baca Juga: Helper Alat Berat Diterkam Harimau di Teluk Lanus
Beberapa temuan barang bukti, keterangan saksi dan hasil yang diperoleh di handpone korban, diperlukan pemeriksaan psikologi forensik, Satreskrim telah memintakan ahli dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau, “Pelaksanaannya sudah dimulai dengan metode wawancara kepada para saksi dan analisis barang bukti dan petunjuk lainnya,” ujarnya.
Satreskrim Polres Siak berharap penyelidikan cepat selesai, namun tentu berpedoman pada prinsip keilmuan yang nantinya akan menghadirkan fakta kebenaran yang tidak terbantahkan terkait penyebab kematian korban. Satreskrim terus bekerja untuk melakukan upaya penyelidikan, diharapkan dukungan masyarakat agar ini terlaksana dengan baik dan mohon masyarakat tidak resah.(mng)
Editor : Arif Oktafian