Dosen Unilak Latih Warga Manfaatkan Biogas untuk Masak dan Listrik

Herianto Baserah • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:40 WIB
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Unilak usai melatih warga manfaatkan biogas untuk masak dan listrik, belum lama ini. (Unilak Untuk Riau Pos)
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Unilak usai melatih warga manfaatkan biogas untuk masak dan listrik, belum lama ini. (Unilak Untuk Riau Pos)

 

SIAK (RIAUPOS.CO) – Universitas Lancang Kuning (Unilak) mengembangkan teknologi pengolahan limbah ternak menjadi energi terbarukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Peternak Sapi Sido Makmur, Jalan Hangtuah RT 05/RW 05, Kampung Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, belum lama ini. 

Kelompok yang diketuai Lasiman ini menjadi mitra dalam penerapan teknologi perubahan kotoran sapi menjadi biogas yang dimanfaatkan untuk memasak dan menghasilkan energi listrik.

Kegiatan PkM dipimpin Ir Latifa Siswati MP bersama anggota Dr David Setiawan ST MT dan Dr Abrar Tanjung ST MT serta melibatkan 4 mahasiswa dan 1 tenaga kependidikan Unilak.

 Baca Juga: Agrinas Bakal Lebih Selektif dalam Menentukan Mitra Pengelola Perkebunan

Tim mengembangkan sistem terintegrasi meliputi biodigester, kompor biogas, genset biogas, Automatic Transfer Switch (ATS), dan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT). Melalui biodigester, kotoran sapi diproses secara anaerob menjadi biogas. ATS berfungsi memindahkan sumber listrik secara otomatis antara PLN dan genset biogas sesuai kebutuhan.

Sistem monitoring berbasis IoT memungkinkan kondisi sistem dipantau secara digital melalui website dan aplikasi Android. Dengan pendekatan ini pengelola tidak hanya mendapat perangkat teknologi, tetapi juga sistem informasi untuk pemantauan dan pengelolaan yang lebih modern.

‘’Kami ingin teknologi yang diberikan tidak berhenti sebagai bantuan alat, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan, dioperasikan, dirawat, dan dikembangkan oleh kelompok mitra,” ujar Latifa.

 Baca Juga: Siap Merebut Juara di Event Pacu Jalur Telukkuantan, Inilah 31 Jalur Asal Inhu yang Akan Bertarung

Ketua Peternak Sapi Sido Makmur, Lasiman, mengapresiasi program tersebut. Menurutnya pendampingan tidak hanya memperkenalkan teknologi baru, tetapi juga memberikan pengetahuan bagaimana limbah ternak dapat menjadi sumber energi. Program ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular, memanfaatkan kembali sumber daya yang sebelumnya dianggap limbah sehingga menghasilkan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kemdiktisaintek melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat. Unilak berharap model peternakan berbasis energi terbarukan dan teknologi digital ini dapat direplikasi di kelompok peternak lain.

“Dari kandang sapi, lahir energi. Dari limbah, tercipta manfaat. Dan melalui teknologi digital, peternakan masyarakat didorong menuju masa depan yang lebih mandiri, efisien, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi,” tutup Latifa.(nto/c)

Editor : Edwar Yaman
Dosen Unilak biogas Listrik