Padamkan Api di Kawasan Zamrud, Bupati Siak Bertahan hingga Dini Hari

Monang Lubis • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:31 WIB
Bupati Siak Dr Afni Z turun memantau pemadaman lahan yang terbakar di kawasan Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (27/8/2026). (Istimewa)
Bupati Siak Dr Afni Z turun memantau pemadaman lahan yang terbakar di kawasan Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Kamis (27/8/2026). Istimewa

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Titik api ditemukan Tim Patroli PT BSP pada Rabu (26/8/2026), sekitar pukul 22.30 WIB, di dekat lokasi NEB #O4. Titik api sekitar 700 meter dari lokasi BSP. Yang terbakar adalah lahan masyarakat.

Api dengan cepat merambat di lahan gambut di sekitar Taman Nasional Zamrud, Kabupaten Siak, membuat situasi sempat mengkhawatirkan.

Dijelaskan Bupati Dr Afni Z, titik api awalnya sejak siang, dari kebun sawit warga. Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam memimpin pembuatan kanal dan embung. Karena lokasi ini berada pada area jelajah harimau sumatera.

Baca Juga: Mabes TNI Turunkan Jenderal dan Empat Pamen ke Meranti, Karhutla Jadi Perhatian Serius

Awalnya tak direncanakan kerja malam hari. Namun, pukul 23.00 WIB, api semakin mendekat dan mengelilingi sumur minyak. 

"Akhirnya kami putuskan pemadaman malam hari, dibantu TNI dan bahkan dikawal pakai senjata buat jaga-jaga karena ini memang lokasi rawan hewan buas seperti harimau dan beruang," ungkap Bupati Afni.

Bukan hanya karena kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau, tetapi kobaran api juga mendekati objek vital sumur minyak BUMD PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang berada di Dayun.

Baca Juga: Transaksi Pakai Kartu Kredit Bank Mandiri di FOX Hotel Pekanbaru, Dapat Diskon hingga Rp200 Ribu

Bupati Afni Zulkifli, turun langsung memimpin penanganan di lapangan. Dia turun bersama Dandim, Kapolres, jajaran BSP, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), Direktur BSP Robi Junipa, hingga tim pemadam swasta berjibaku mengendalikan api.

Bupati Afni berada di lokasi hingga Kamis (27/8/2026), sekitar pukul 02.00 WIB. Dandim beserta pasukannya terus bertahan hingga pagi untuk memastikan api tidak kembali mendekati sumur minyak. Kapolres yang sejak pagi berjibaku, memantau perkembangan.

Semakin malam situasi menjadi semakin rawan, karena lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan sumur minyak BSP. Bahkan, jarak api dengan objek vital nasional tersebut sempat hanya sekitar 50 hingga 100 meter.

Baca Juga: Setahun Tak Kunjung Disahkan, Empat Ranperda Jadi Beban Indeks Reformasi Hukum Meranti

Bupati Afni membeberkan ada dua titik besar yang menjadi perhatian. Satu titik ada tiga sumur minyak, sementara titik lainnya ada dua sumur. Keduanya dikelilingi kawasan tanah gambut dan perkebunan sawit warga.

"Yang paling riskan itu ada lima titik. Sumur minyak ini sangat rentan sekali dengan api. Itu yang kami jaga karena ini obyek vital nasional," kata Bupati Afni.

Karena menjadi kawasan habitat harimau sumatera, petugas tidak leluasa melakukan pemadaman pada malam hari. Personel TNI bahkan mengawal proses pemadaman untuk mengantisipasi kemunculan harimau.

Baca Juga: Kabut Asap Masih Selimuti Pelalawan, Penderita ISPA Meningkat hingga Mencapai 978 Jiwa

Bupati Afni menyebutkan, titik api pertama kali diketahui sekitar dua hari sebelumnya. Medan yang sulit, sumber air terbatas, serta minimnya jaringan komunikasi membuat penanganan semakin berat.

"Sumber air sulit, makanya saya minta bantu Satgas Udara dan langsung turunkan helikopter water bombing. Sementara alat berat juga sulit masuk karena medannya cukup sulit," katanya.

Di lapangan, alat berat kemudian membuat embung yang kini mulai terisi dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk pemadaman. Titik kebakaran yang berdekatan dengan pipa minyak BSP juga telah dipadamkan dan dibuat sekat agar api tidak kembali merambat.

Baca Juga: Kajati Riau Lantik Lima Pejabat, Carel Williams Resmi Jabat Kajari Pekanbaru

Kapolres Siak sejak pagi ikut berada di lokasi, hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah itu, penanganan dilanjutkan Dandim bersama pasukannya hingga pagi. "Terima kasih kolaborasi yang luar biasa," kata Afni.

Di tengah perjuangan memadamkan api, ucap Afni, persoalan lain ikut "menghantui" tim. Hampir tidak ada jaringan telekomunikasi di lokasi krusial tersebut. "Kondisinya kesulitan dan nyaris tidak ada sinyal. Ini sangat menyulitkan kami berkoordinasi. Harus keluar lokasi baru ada sinyal," ujarnya.

Bupati Afni berharap ada solusi untuk memperkuat jaringan komunikasi di kawasan tersebut, terutama karena lokasi merupakan wilayah rawan bencana sekaligus berdekatan dengan objek vital negara. 

Baca Juga: Dua Daerah Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Pemprov Riau Pantau Eskalasi 

Hingga Kamis pagi, petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan bara api benar-benar terkendali. Luasan lahan yang terbakar juga belum dapat dipastikan karena masih menunggu pengecekan lanjutan.

Di tengah kepungan asap, gambut dan ancaman satwa liar, ungkap Bupati Afni, perhatian utama petugas kini satu, memastikan api tidak kembali menjalar menuju sumur-sumur minyak BSP.

Editor : Rinaldi
kawasan zamrud padamkan karhutla bupati afni sumur minyak