Ketua PCNU Pimpin Pemadaman Karhutla, 100 Personel Banser Diterjunkan, Muslimat Siapkan Konsumsi 

Monang Lubis • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 14:27 WIB
Ketua PCNU Siak KH M Thoyib Firdaus SH memegang nosel melakukan pemadaman di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Jumat (11/9/2026). (Istimewa)
Ketua PCNU Siak KH M Thoyib Firdaus SH memegang nosel melakukan pemadaman di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun, Jumat (11/9/2026). (Istimewa)

SIAK (RIAUPOS.CO) -- Sedikitnya 100 personel Banser Tanggap Bencana (Bagana) dan Kader Penggerak NU diterjunkan untuk membantu Satgas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Siak. 

Aksi ini dipimpin oleh Ketua PCNU Siak KH M Thoyib Firdaus SH. Sementara itu, ibu-ibu Pengurus Muslimat menyiapkan konsumsi dalam bentuk  nasi bungkus untuk dibagikan kepada tim yang terus berjibaku memadamkan api di lahan seluas kurang lebih 40 hektare di Desa Suka Mulya, Kecamatan Dayun. 

"Kemarin kami telah menerjunkan kurang lebih 100 personel untuk membantu Tim Satgas dalam memadamkan kebakaran lahan di Dayun. Ini adalah bentuk ikhtiar dan khidmat kami agar kebakaran hutan segera teratasi di negeri yang kita cintai," Kata KH M Thoyib Firdaus, Jumat (11/9) siang. 

Baca Juga: IMA Connect 2026, Ajang Perluas Networking dan Buka Peluang Bisnis Baru

Selain menerjunkan personel, PCNU Siak kata Kyai Toyib, melalui Banom Muslimat juga menyiapkan ratusan nasi bungkus setiap harinya untuk dibagikan kepada tim satgas. Posko dapur umum untuk menyiapkan logistik ini dipusatkan di Kampung Pangkalan Makmur B, Dayun. 

"jadi nanti setiap hari. Ini kami uji coba untuk tiga hari ya, ibu-ibu muslimat akan menyiapkan ratusan nasi bungkus untuk kami kirimkan kepada tim satgas," katanya.

Dapur umumnya nanti dipusatkan di Desa Pangkalan Makmur, karena di sini tidak terlalu jauh dengan lokasi titik pusat kebakaran di Desa Suka Mulya.

Baca Juga: Serunya HSBL 2026 Series Selatpanjang, Mengejar Piala di Lapangan Kartika

Diakui Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin itu, pemadaman kebakaran di lahan gambut tidak mudah. Selain sulitnya sumber air, menjangkau titik pusat api adalah tantangan yang tidak mudah. Personel harus berjalan kaki sejauh 3 Km membawa peralatan pemadaman yang tidak ringan. 

"Saya mengalami sendiri bahwa memadamkan kebakaran di lahan gambut memang tidak mudah," katanya. Medan yang sulit, sumber air yang terbatas ini memang menjadi kendala serius. 

Kyai Thoyib menaruh hormat kepada satgas, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD Siak, Satpol PP dan seluruh yang terlibat sejak beberapa pekan lalu memadamkan api. "Semoga ini menjadi amal jariyah yang tidak putus. Saya doakan semua yang terlibat agar senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan," sebut Kyai Thoyib. 

Baca Juga: Pemkab Meranti Kejar Kepastian Realisasi PLBN Tanjung Kedabu

Dia juga mengajak kepada seluruh warga NU agar senantiasa menyelipkan doa setelah salat agar kebakaran hutan dan lahan di Siak segera teratasi. Hujan segera turun. Serta ikut turun bergabung dengan Tim Satgas diwilayahnya masing-masing. "Saya mengimbau kepada warga NU, agar ikut mendoakan," ucapnya.

Selipkan doa doa setelah salat agar bencana ini segera teratasi. "Kita harus bersinergi dengan pemerintah agar musibah ini seger teratasi," tutupnya.

Editor : Rinaldi
pcnu siak muslimat nu pemadaman karhutla